Iskandar Ali : Vaksin Sinovac, Tabayyun dan Sugesti

  • Whatsapp
Iskandar Ali, S.Pd.,M.Si (Ketua DPRK Aceh Besar)

Segala puji bagi Allah SWT. Yang senantiasa memberikan rizki dan kesehatan serta kelapangan langkah hingga kita bisa berikhtiar demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Shalawat dan salam mari sama-sama kita ucapkan kehadibaan Nabi Muhammad SAW. Profesor alam yang pandai tapi tidak pernah mengenyam bangku pendidikan, tidak menyelesaikan puluhan SKS di universitas akan tetap diberikan intuisi oleh Allah sebagai keagungan dan kebesarannya.

Bacaan Lainnya

Kami ucapkan salam penghormatan dan doa keselamatan seorang muslim kepada muslim yang lainnya dengan lafaz, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Sekali lagi, Alhamdulillah saya atas nama pribadi dan selaku Ketua DPRK Aceh Besar telah disuntik Vaksin Sinovac pada hari ni (18/01/21) senin pagi di kecamatan ingin jaya.

Atas dasar itu kami melihat pro dan kontra diseluruh Indonesia, bil khusus di Aceh Besar mengenai vaksinisasi sinovac yang mulai pendistribusiaannya kepada masyarakat terutama tenaga kesehatan, bertujuan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap virus corona.

Namun ternyata dipersimpangan, muncul berbagai kabar miring bahwa vaksin sinovac berbahaya, alih-alih bisa membunuh konsumen saat setelah disuntikkannya.

Kabar tidak melegakan hati dan pikiran tersebut kontradiktif dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahwa Vaksin Sinovac Halal dan tidak memberi mudharat, kemudian hasil uji klinis terkait Kethayyiban penyaluran vaksin oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Analogi yang ingin disampaikan bahwa, tidak mungkin MUI atau BPOM mengeluarkan fatwa dan sertifikat Vaksin Sinovac halal jika memang ia tidak halal atau tidak layak dikonsumsi, apalagi untuk membunuh masyarakat. Nauzubillah.

Fatwa MUI berpedoman pada Qur’an dan Hadits serta kajian fiqih yang mendalam. Lebih spesifiknya mengenai unsur-unsur terkandung dalam vaksin itu sendiri. Penulis yakin fatwa MUI kemudian diteruskan MPU Aceh adalah benar, bahwa vaksin sinovac halal dapat dikonsumsi oleh masyarakat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) diisi oleh orang-orang baik, alim ulama, berilmu, segudang pengalaman berkompeten dibidangnya masing-masing. Begitu juga Badan Pengawas Obat dan Makanan diback-up oleh mereka yang memiliki kualitas sains dan teknologi mutakhir untuk melakukan uji klinis Vaksin Sinovac.

Oleh sebab itu, atas dasar apa segelintir masyarakat menduga-duga dan menerka akan sesuatu yang tidak diektahui pasti olehnya, bahkan sebagian lainnya mengclaim Vaksin Sinovac tidak halal atau tidak klinis dan dilarang penyalurannya kepada masyarakat. Padahal sifat dasar ilmu pengetahuan adalah pasti tidak praduga begitu pun kehalalan dan kethayyiban vaksin ini yang telah teruji secara sainstek.

Tidak terdapat kemudharatan dalam memutuskan perkara bersama, kata pepatah dikutip penulis dari Ali Ulama Jalaluddin Ruumi. Subtansinya menjadi pedoman bagi penulis yang bersedia untuk disuntik Vaksin Sinovas hari ini. Kehalalan dari vaksin ini telah disepakati Ulama dalam lewat fatwa MUI dan kethayyiban (Baik dikonsumsi) telah diuji klinis oleh BPOM Indonesia.

Tidak mungkin hasil musyawarah lembaga besar Ulama MUI atau BPOM bermaksud mencederai atau membunuh rakyat Indonesia, Nauzubillah Min Dzalik jika ada asumsi demikian.

Sejauh ini, masyarakat tidak dipaksa akan vaksinisasi tapi diminta atas kesadaran pribadi masing-masing dengan tujuan bersama memutus penyebaran Covid-19.

Berita hoax sering kali tersebar luas dimedia sosial dan jejaring internet, masyarakat telah tersugesti dan muncul stigma negatif khususnya mengenai Vaksin ini. Dituntun agar bertabayyun, menela’ah agar informasi akurat.

Sangat rentan masyarakat terkontaminasi akan kabar hoax, kadang kala tidak mengedepankan tabayyunnya seperti anjuran Islam. Jika datang kepadamu orang fasiq dengan suatu kabar hendaklah bertabayyun, pada ayat lain Allah menegaskan jauhilah olehmu akan menduga-duga karena menduga-duga akan menimbulkan kerugian.

Semoga Allah melindungi seluruh masyarakat Aceh Besar, dan mengampuni segala dosanya.

 

Pos terkait