Peringatan HPN Tahun 2021, PWI Aceh Anugerahkan Nova Iriansyah Sebagai Pemimpin Inovatif dan Peduli Pers

  • Whatsapp
Sekretaris Daerah Aceh dr. Taqwallah, M.Kes, mewakili Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT menerima plakat penghargaan Pemimpin Inovatif dan Peduli Pers yang diserahkan oleh Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman, pada acara malam Anugerah Sahabat PWI dalam Rangka Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021 di Anjong Mon Mata Pendopo Gubernur Aceh, Senin (8/2/2021). Foto/HUMAS ACEH

Banda Aceh – Meski digelar secara sederhana dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, namun acara resepsi peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 tetap berlangsung meriah, di Anjong Mon Mata, komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Senin (8/2/2021) malam.

Sementara acara puncak Peringatan HPN 2021 akan berlangsung pagi ini, secara virtual bersama Presiden Joko Widodo dari lambung kapal fery KMP Aceh Hebat 2, dalam pelayaran reguler Ulee lheue (Banda Aceh)-Balohan (Sabang).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dirangkai dengan Malam Anugerah PWI Aceh ini juga memberikan anugerah kepada sejumlah tokoh, termasuk Gubernur Aceh Nova Iriansyah. PWI menganugerahkan alumnus program Magister Teknik Institut Teknologi Bandung itu sebagai Pemimpin Inovatif dan Peduli Pers.

Gubernur Aceh dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, menegaskan bahwa media merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan berdemokrasi.

“Media adalah salah satu elemen penting dalam kehidupan berdemokrasi, untuk menghubungkan masyarakat dengan pemimpinnya. Dalam menjalankan fungsinya, pers kerap dianggap sebagai pilar keempat demokrasi, sesuai dengan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menyebutkan ‘Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial’” ujar Sekda, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh.

Oleh karena itu, sambung Nova, sangatlah penting bagi pemerintahan manapun untuk menjalin dan menjaga hubungan baik dengan pers dan para wartawan, agar dapat menyampaikan informasi mengenai kegiatan pemerintahan, serta mengontrol pemerintahan dengan cara yang baik dan benar sesuai Peraturan Perundang-undangan.

“Hubungan pers dan pemerintah adalah hubungan yang saling mengisi. Pers adalah mitra yang diharapkan dapat memberikan berbagai informasi terkait program pembangunan, maupun memberikan pemahaman kepada masyarakat atas setiap kebijakan publik yang dilakukan oleh pemerintah,” kata Gubernur.

Oleh karena itu, lanjut Nova, insan pers dituntut untuk mampu bersinergi dengan pemerintah dan rakyat sesuai hukum dan etika pers. Setiap informasi yang disampaikan haruslah konstruktif, akurat, berimbang dan tidak mengandung fitnah serta mematuhi kode etik jurnalistik Indonesia.

Gubernur mengungkapkan, sepanjang sejarah Aceh, para wartawan telah menunjukkan kiprahnya dalam mengawal jalannya politik, demokrasi dan pembangunan. Insan pers selalu menjadi mitra dan mendukung Pemerintah Aceh dalam memberikan informasi kepada seluruh masyarakat.

“Kerja-kerja ini terus dilakukan pers di Aceh dan Indonesia secara umum, menjalankan berbagai fungsinya sebagai pilar keempat demokrasi,” imbuh Gubernur.

Pos terkait