TMMD Ke-110, Mawardi Ali Optimis Ekonomi Masyarakat Terbantukan

  • Whatsapp
TMMD 110

Aceh Besar – Bupati Aceh Besar mengapresiasi Kodim (Komando Distrik Militer) 0101/BS yang telah bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Aceh Besar pada kegiatan TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) ke-110 yang dilaksanakan di 3 desa di kecamatan Jantho, yaitu Desa Aweek, Bueng, dan Data Cut. “Kami sangat mengapresiasi pihak TNI AD, melalui KODAM dan dikerjakan langsung oleh KODIM 0101/BS yang telah memilih lokasi TMMD di 3 desa di kecamatan Jantho, yang kita harapkan dalam bulan ini bisa tuntas,” tutur bupati Aceh Besar, Mawardi Ali pada saat pembukaan TMMD ke 110 di aula Setdakab Aceh Besar, Jantho, Selasa, 2/3/2021.

Mawardi Ali optimis bahwa dengan dilakukannya kegiatan ini, akan berdampak langsung pada percepatan pembangunan ekonomi masyarakat khususnya bidang pertanian dan perkebunan. “Semoga dalam bulan ini segera rampung, dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama untuk akses transportasi perkebunan dan pertanian, selama ini kendala mereka adalah akses yang sangat susah, karena medannya sangat sempit, tidak bisa dilalui oleh kenderaan roda 4,” ujar dia

Bacaan Lainnya

Menurutnya, yang telah dilakukan oleh Pemkab bekerjasama dengan KODIM 0101/BS ini telah sesuai dengan arahan presiden RI tentang penanganan kebakaran hutan. “Presiden pernah memberi arahan kepada daerah-daerah yang berpotensi terjadinya karhutla (kebakaran hutan dan lahan), dengan TMMD ini, sudah terbuka jalan baru sejauh 10 Kilometer, dan andai terjadi, kita bisa lebih siap dalam melakukan berbagai bentuk penanganan,” jelas dia.

Pihaknya juga telah melakukan beberapa persiapan akan adanya potensi illegal loging dikarenakan akses hutan yang sudah terbuka. “Tentu akan sulit dihindari, efek terbukanya akses kawasan hutan adalah illehal logging, namun kita telah berkoordinasi dengan TNI/Polri, Polisi Hutan juga masyarakat, agar bisa tetap menjaga hutan kita. Disini pula, jalannya hanya 1 one way in one way out, maka akan mudah untuk dijaga,” pungkasnya.

Sementara itu Dandim 0101/BS, Abdul Razak Rangkuti menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan survey terlebih dahulu sebelum menentukan lokasi TMMD yang bertemakan Wujud Sinergi Membangun Negeri tahun ini. “Kita telah lebih dahulu melakukan survey untuk melihat lokasi mana yang kira-kira perlu “sentuhan”, dan kita kemudian kita putuskan di desa Aweek, Bueng, dan Data Cut,” jelas Dandim.

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengerjakan pembukaan jalan baru, juga membangun RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) untuk 20 KK. “Jalan yang sedang dikerjakan ini ditargetkan sejauh 10 Km, dengan lebar 4 m yang nantinya bisa tembus ke air terjun Peucari, kecamatan Jantho. Kemudian kita juga membangun 20 rumah tipe 24 yang mana penerima bantuan rumah tersebut benar-benar orang tidak mampu, rumahnya tidak layak untuk ditinggali, sebagian ada yang pekerjaannya bertani namun dia bukan pemilik lahan, hanya mengerjakan saja, tanpa penghasilan yang cukup,” jelas dia.

Turut hadir juga ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali yang juga ikut mensurvey lokasi kegiatan TMMD ke-110. Menurutnya, lokasi yang dipilih sudah pas, dan akan dirasa manfaatnya oleh masyarakat setempat. “Anggaran TMMD untuk kabupaten Aceh Besar kali ini cukup besar, nomor 2 di Indonesia, berkisar di 5 Milyar, kami harapkan masyarakat nantinya yang beternak, berkebun bisa lebih meningkatkan produktifitasnya dikarenakan akses jalan yang sudah dibuat, akan sangat memudahkan transportasi hasil produksi,” ujar Iskandar Ali.

“Kami juga berharap sinergitas antara pemerintah daerah dan TNI AD ini terus berlanjut hingga bisa menyentuh seluruh pelosok kabupaten Aceh Besar”.

Kegiatan TMMD ini didahului dengan Pra TMMD yang dilaksanakan mulai tanggal 5 Februari hingga 1 Maret 2021, TMMD sendiri dimulai pada tanggal 2 Maret hingga ditargetkan selesai pada tanggal 31 Maret 2021.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Forkopimda Aceh Besar, kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, perwakilan dari DISPENAD (Dinas Penerangan Angkatan Darat), unsur gampong Bueng, Aweek dan Data Cut, serta tokoh masyarakat setempat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pos terkait