900 Lebih Personil Gabungan Bantu Tanggap Darurat Pasca Erupsi

  • Whatsapp
lebih dari 900 personel gabungan terlibat dalam operasi penanganan darurat di bawah kendali pos komando (posko). Foto : Diskominfo Prov Jatim

Surabaya – Pasca erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu lalu (4/12/2021), mengakibatkan jatuhnya korban jiwa warga yang berada di sekitar lereng gunung dikarenakan Awan panas Gunung Semeru.

Data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi BNPB pada Selasa (7/12/2021), jumlah personel gabungan mencapai 985 orang terlibat dalam operasi penanganan darurat.

Bacaan Lainnya

Para personel melakukan berbagai upaya penanganan darurat yang saat ini memfokuskan pada pencarian dan evakuasi serta pelayanan dasar warga terdampak.

Jumlah personel di lapangan diperkirakan lebih banyak lagi untuk membantu tanggap darurat di lapangan, seperti mereka yang bekerja untuk perbaikan infrastruktur dasar listrik, komunikasi atau pun akses jalan.

Selain personel, sejumlah peralatan turut diterjunkan untuk membantu proses pencarian warga yang diduga masih hilang, antara lain BNPB menyiagakan 3 unit helikopter dan Palang Merah Indonesia (PMI) mendorong 2 unit hagglund yang dapat menembus medan berat di lokasi terdampak material vulkanik.

Pada sektor infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) Nazib Faizal menyampaikan, pihaknya mengerahkan personel untuk membantu beberapa langkah penanganan darurat pascaerupsi, antara lain pembersihan jaringan jalan untuk memulihkan konektivitas baik jalan nasional, provinsi maupun kabupaten, pencarian jalur alternatif untuk menghubungkan Lumajang-Turen-Malang yang putus akibat robohnya jembatan Besuk Kobokan. “Selain itu percepatan evakuasi korban dan pembersihan Kawasan,” tambah dia.

Sementara itu, para personel yang bergerak di lapangan diharapkan untuk selalu berkoordinasi dengan Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru. Posko yang berjarak 23Km dari Gunung Semeru tersebut berada di Kantor Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Sedangkan pos logistik yang mendukung operasi penanganan darurat terletak di rumah dinas Bupati Lumajang.

BNPB mengimbau semua dukungan sumber daya, baik personel, peralatan ataupun bantuan logistik dikoordinasikan melalui posko yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang. Hal tersebut bertujuan agar penanganan darurat dapat berjalan secara optimal dan efektif serta menekankan keamanan dan keselamatan responder di lapangan yang melakukan operasi pencarian dan evakuasi.

Hal tersebut disampaikan Basarnas sebagai koordinator pencarian dan pertolongan. Seperti terpantau pada Senin (6/12/2021), pukul 08.55 WIB, awan panas guguran kembali terjadi dengan jarak luncur 4 Km yang mengarah ke Besuk Kobokan.

“Mudah-mudahan besok cuaca cukup baik dan bersahabat sehingga kita akan lebih mudah untuk menjangkau daerah-daerah yang perlu kita sisir,” ujar Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI Wurjanto, M.Han dalam konferensi pers, Senin (6/12/2021).

Pos terkait