Rahmah Abdullah Buka Lomba Merangkai Ranup Dan Rateb Peuayon Aneuk

  • Whatsapp
Ketua TP PKK Hj. Rahmah Abdullah, SH membuka perlombaan MERANGKAI RANUP dan lomba RATEB PEUAYON ANEUK tingkat Kabupaten yang di selenggarakan oleh Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Besar, Selasa malam (7/12/2021). Foto: MC Aceh Besar

Aceh Besar – Ketua TP PKK Hj. Rahmah Abdullah, SH membuka perlombaan Merangkai Ranup dan lomba Rateb Peuayon Aneuk tingkat Kabupaten yang di selenggarakan oleh Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Besar, Selasa malam (7/12/2021).

Dalam sambutanya, event ni dapat  menjadi  wahana  untuk  menumbuhkan  semangat  dan  motivasi  kita dalam  upaya  melestarikan dan  mengembangkan  nilai-nilai  adat  dan  budaya.

Bacaan Lainnya

“Maka, Langkah  ini  perlu  dilakukan  agar  nilai-nilai  adat  dan  budaya  yang  diwariskan  untuk  para leluhur,  tidak  luntur  dan  sirna  karena  pengaruh  budaya  luar  sehingga  dapat  menyebabkan hilangnya  jati  diri  kita  sebagai  orang  Aceh,” katanya

Sikap  yang  demikian  bukan  berarti  kita  menutup  diri  dari  pergaulan  global  yang  dinamis, melainkan    sebagai  sikap  dan  rasa  tanggung  jawab  kita  selaku  pemegang  tongkat  estafet generasi  penerus  terhadap  keneubah  intadu  moyang  untuk  terus  dipertahankan.

“Karena masyarakat  Indonesia  dikenal  dengan  masyarakat  yang  majemuk  oleh  masyarakat  dunia  pada culture  knowledge,  culture  behaviour  dan  culture  Artifact  yang  ditampilkan  melalui  nilai-nilai. Jadi, adat  dan  budaya  bangsa  perlu  terus  dipertahankan  agar  selalu  hidup,  tumbuh dan  berkembang  di  tengah-tengah  masyarakat,” Lanjutnya

Disamping itu, kita sebagai  warga  Aceh  Besar  kita  patut  bersyukur karena  begitu  banyaknya nilai-nilai  adat  dan  budaya  yang  hidup  di  Aceh  Besar,  membuat  daerah  kita  ini  menyimpan begitu  banyak  potensi  adat  yang  apabila  mampu  kita  kemas  dan  kelola  dengan  baik  akan menjadi  aset  yang  begitu  tinggi  nilainya.

“Namun  apabila  pembangunan  dibidang  adat  dan  budaya  kurang  mendapat  perhatian  yang memadai,  baik  oleh  pemerintah  maupun  seluruh  lapisan  masyarakat  maka  kita  khawatirkan nilai-nilai  adat  dan  budaya  Aceh  yang  begitu  tinggi  nilainya,  akan  luntur  dan  tergerus  oleh pengaruh budaya luar  yang  dewasa  ini  begitu  leluarsa  dapat  menerobos  masuk  dari  segala  pintu kehidupan  melalui  kecanggihan  teknologi,  informasi  dan  komunikasi,”tuturnya

Pos terkait