Personel Satreskrim Polresta Banda Aceh Amankan Pasutri Tinggalkan Bayi di Garasi Rumah Penduduk

  • Whatsapp
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatreskrim dalam Konferensi Pers di Indoor Polresta Banda Aceh

Banda Aceh — Personel Satreskrim Polresta Banda Aceh mengamankan dua pelaku yang meletakkan bayi perempuannya di sebuah kardus dan ditinggalkan di garasi rumah warga Desa Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Rabu (29/12/2021) silam.

Belakangan terungkap keduanya, yakni AS (24) dan SY (21) merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang sudah menikah siri sejak 2019 silam. Terungkapnya kasus tersebut berawal dari penyelidikan yang dilakukan Polresta Banda Aceh dan Polsek Ulee Lheue, sehingga kecurigaan mengarah pada SY (21) yang diamankan di Kecamatan Meureudue, Kabupaten Pidie Jaya, pada Kamis (6/1/2022).

Bacaan Lainnya

Diamankan sang ibu yang akhirnya mengakui bayi yang ditinggalkan di garasi rumah warga itu merupakan darah dagingnya itu dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol M Ryan Citra Yudha, SIK.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatreskrim dalam Konferensi Pers di Indoor Polresta Banda Aceh mengatakan awal penemuan bayi tersebut berdasarkan informasi warga yang melaporkan ke Polsek Ulee Lheue.

“Setelah menerima laporan warga tentang adanya penemuan bayi di garasi rumah di Desa Lampaseh Aceh, kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait yakni RSIA Banda Aceh dan Dinas Sosial Banda Aceh,” tutur Kompol Ryan.

Bayi yang memiliki bobot 4,43 kilogram dengan Panjang 52 centimeter tersebut setelah diperiksa kesehatannya langsung dititipkan di rumah singgah Darussa’adah untuk dirawat, tambah Kasatreskrim.

Kompol Ryan menjelaskan, pada saat bayi diletakkan dalam kardus “Chiki Balls” lengkap dengan perlengkapan bayi lainnya seperti kain bedung, baju serta celana Panjang bayi.

Selain itu, di lokasi turut diletakkan kaos kaki Panjang, pampers, dot, kompeng, dan kotak kecil yang berisikan minyak telon, cotton bud, baby oil dan cream baby, tambahnya lagi.

Untuk mengetahui siapa pelaku yang meletakkan bayi tersebut, Personel Polsek Ulee – Lheue melakukan koordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP.A/01/XII/SPKT/Polsek Ulee Lheue/ Polresta Banda Aceh guna melakukan penyelidikan, sebut Kasatreskrim yang didampingi oleh Kapolsek Ulee Lheue Iptu Hilmi, SH dan Kanit PPA Ipda Zul Nelly Aprianti, SH.

Setelah memeriksa saksi – saksi termasuk pemilik rumah yang diletakkan bayi bernama Saiful, tim gabungan Satreskrim Polresta Banda Aceh bersama Unit Reskrim Polsek Ulee Lheue menemukan titik terang keberadaan pelaku yang pada saat itu sedang berada di salah satu desa dalam Kecamatan Meureudue Kabupaten Pidie Jaya, sebut Kasatreskrim.

“Kami berhasil mengamankan ibu sang bayi berisinial SY (21), seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh pada saat itu. Dari keterangan SY, ianya tidak sendiri saat meletakkan bayi tersebut, dan turut dibantu oleh teman prianya berinisial AS (24), asal Aceh Besar yang tak lain suaminya,” sambung Kasatreskrim.

Pos terkait