Demi Anak Bisa Sekolah, Orang Tua dan Relawan Gotong Royong Bersihkan SLB Negeri Aceh Tamiang

Demi Anak Bisa Sekolah, Orang Tua dan Relawan Gotong Royong Bersihkan SLB Negeri Aceh Tamiang


Aceh Tamiang – Kepedulian terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus terlihat nyata di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Aceh Tamiang. Demi memastikan proses belajar mengajar dapat kembali berjalan, para orang tua siswa bersama relawan Budha Tzu Chi bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah, Minggu (11/1/2026).


Aksi bersih-bersih tersebut dilakukan menyusul kondisi sekolah yang masih terdampak genangan air. Hingga saat ini, sedikitnya sembilan ruangan ditargetkan untuk dibersihkan, termasuk beberapa ruangan dengan struktur bangunan tinggi yang masih tergenang air di sekitarnya. Pembersihan ini menjadi langkah awal agar aktivitas pembelajaran dapat segera dimulai kembali.


Tak hanya menghadapi genangan air, akses menuju sekolah juga menjadi tantangan tersendiri. Jalan utama tidak dapat dilalui seperti biasa, sehingga para relawan dan orang tua harus melewati jalur darurat khusus yang dibuat sementara. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk membantu pemulihan sekolah.


Kepala SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang, Muttaqin Abu Lukman, menyampaikan bahwa keterlibatan orang tua muncul dari kepedulian yang besar terhadap masa depan anak-anak mereka.
“Orang tua ikut membantu karena mereka sangat ingin anak-anaknya bisa kembali belajar seperti biasa,” ujarnya.


Pihak sekolah menargetkan kegiatan belajar mengajar dapat kembali dimulai pada Senin, 12 Januari 2026. Namun, hingga saat ini masih terdapat sejumlah kebutuhan mendesak yang perlu segera dipenuhi, seperti perlengkapan belajar, seragam siswa, serta mobiler sekolah yang terdampak.


Perhatian juga datang dari Pemerintah Aceh. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan harapannya agar seluruh pihak dapat bersinergi membantu pemulihan SLB tersebut. Menurutnya, pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak, khususnya siswa berkebutuhan khusus, harus menjadi prioritas bersama.


Semangat gotong royong yang ditunjukkan para orang tua dan relawan menjadi bukti kuat bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama. Di tengah keterbatasan pascabencana, kebersamaan ini menjadi harapan agar pendidikan tetap berjalan dan anak-anak SLB Negeri Aceh Tamiang dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.