View AllAceh

Berita Terbaru

17 Juni 2026

Kemkomdigi Percepat Pemulihan Layanan Telekomunikasi Pascagempa di Sulteng

Kemkomdigi Percepat Pemulihan Layanan Telekomunikasi Pascagempa di Sulteng


Untuk mempercepat pemulihan layanan, Kemkomdigi terus berkoordinasi dengan operator telekomunikasi, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait guna memastikan jaringan komunikasi dapat segera kembali normal.

ACEHMEDIACENTER.COM | Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mengoordinasikan percepatan pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (16/6/2026).


Melalui pemantauan yang dilakukan Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT), Kemkomdigi memastikan upaya pemulihan jaringan berjalan secara bertahap guna menjaga konektivitas masyarakat di daerah terdampak.

Berdasarkan data PMT hingga pukul 15.00 WIB, gangguan layanan telekomunikasi terjadi pada 29 site base transceiver station (BTS) dari total 2.601 site yang beroperasi di wilayah terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak delapan site telah berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi.

Gangguan layanan tercatat terjadi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Poso. Pemulihan tercepat berlangsung di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, sementara proses perbaikan masih terus dilakukan di Kabupaten Poso yang menjadi wilayah dengan jumlah site terdampak terbanyak.

Kemkomdigi menjelaskan bahwa gangguan jaringan disebabkan oleh terputusnya jalur transmisi dan pasokan listrik akibat dampak gempa.

Untuk mempercepat pemulihan layanan, Kemkomdigi terus berkoordinasi dengan operator telekomunikasi, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait guna memastikan jaringan komunikasi dapat segera kembali normal.

Selain memantau kondisi infrastruktur telekomunikasi, Kemkomdigi juga melakukan pemantauan terhadap personel dan fasilitas pendukung di lapangan. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun laporan insiden pada fasilitas telekomunikasi yang terdampak gempa.

Ketersediaan layanan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam situasi pascabencana, baik untuk mendukung komunikasi masyarakat maupun koordinasi penanganan darurat oleh pemerintah dan berbagai unsur terkait.

Kemkomdigi menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi jaringan serta menyampaikan informasi terkini mengenai proses pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak gempa Sulawesi Tengah.


Sumber : Infopublik.id

Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

BNPB Catat 312 Jiwa Terdampak Gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah

BNPB Catat 312 Jiwa Terdampak Gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah


BNPB mencatat sebanyak 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa terdampak akibat gempa tersebut. Selain satu korban meninggal dunia, terdapat 25 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.

ACEHMEDIACENTER.COM | Sulawesi Tengah - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga meninggal dunia dan 312 jiwa terdampak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (16/6/2026). Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan, baik dari sisi korban maupun kerusakan bangunan.


Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan laporan yang dihimpun hingga Rabu (17/6/2026) pukul 19.00 WIB, proses pendataan masih terus berlangsung dan menunjukkan adanya peningkatan jumlah warga terdampak serta kerusakan infrastruktur.  "Korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Kabupaten Sigi yang juga menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Di daerah tersebut tercatat sekitar 89 KK atau 272 jiwa terdampak," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Rabu (17/6/2026).


BNPB mencatat sebanyak 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa terdampak akibat gempa tersebut. Selain satu korban meninggal dunia, terdapat 25 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.


Di Kabupaten Sigi, tercatat 22 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat. Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga mengalami luka dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut.


Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada permukiman dan sejumlah fasilitas umum. Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 67 unit rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, 26 unit mengalami rusak ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat.


Kerusakan juga terjadi pada enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu-Sigi-Poso dan mengalami amblas.


Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan tingkat kerusakan tertinggi. Di wilayah ini tercatat 47 unit rumah terdampak, terdiri atas 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.


Selain itu, enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, serta satu unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mengalami kerusakan.


Sementara itu, Kabupaten Poso melaporkan lima unit rumah terdampak dan tiga rumah rusak ringan. Kabupaten Parigi Moutong mencatat 15 unit rumah terdampak. Di Kota Palu, keretakan terjadi pada Jembatan III, satu fasilitas umum terdampak, satu hotel mengalami kerusakan, dan satu tempat usaha terdampak. Adapun pendataan di Kabupaten Donggala masih terus dilakukan.


Dalam upaya percepatan penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan kaji cepat dan pendataan di wilayah terdampak. Koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan instansi terkait juga terus diperkuat.


Di Kabupaten Sigi, BPBD bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menggelar rapat koordinasi penanganan darurat. Pemerintah Kabupaten Sigi saat ini sedang memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari.


Selain itu, pos lapangan dipusatkan di Kantor Camat Nokilalaki untuk mempercepat koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat terdampak.


Di Kabupaten Poso, BPBD bersama pemerintah daerah telah mendirikan tenda darurat di lingkungan RSUD Kabupaten Poso guna mendukung pelayanan kesehatan. Masyarakat bersama aparat kepolisian juga melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang terdampak gempa.


BNPB menyebut aktivitas gempa susulan masih terjadi hingga sore hari. Karena itu, BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta hanya mengakses informasi resmi.


BNPB menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan perkembangan penanganan dampak gempa bumi di Sulawesi Tengah secara berkala seiring berjalannya proses pendataan dan penanganan di lapangan.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

Gempa M 6,7 Guncang Parigi Moutong, Pemkab Keluarkan Imbauan Darurat

Gempa M 6,7 Guncang Parigi Moutong, Pemkab Keluarkan Imbauan Darurat


ACEHMEDIACENTER.COM | Sulawesi Tengah - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat merespons gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan keselamatan warga, mempercepat asesmen kerusakan, serta memperkuat mitigasi menghadapi potensi gempa susulan.


Melalui surat imbauan resmi Nomor 000.1/395/SEK, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, mengingat aktivitas seismik masih berlanjut.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan,” ujar Erwin dalam pernyataan resminya.


Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, pusat gempa berada pada koordinat (-1.039237, 120.231180) dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan kuat tidak hanya dirasakan di Parigi Moutong, tetapi juga menjangkau wilayah sekitar seperti Kota Palu dan Kabupaten Sigi.


Hingga laporan ini disusun, BMKG mencatat sedikitnya 15 gempa susulan (aftershock), yang meningkatkan risiko kerusakan tambahan pada bangunan yang telah mengalami retakan.


Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Parigi Moutong saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan dan asesmen dampak kerusakan.


Data sementara menunjukkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan di beberapa kecamatan.


Di Kecamatan Torue, kerusakan tercatat paling banyak, yakni di Desa Torue dengan satu rumah rusak di Dusun I, lima rumah di Dusun II, dua rumah di Dusun III, dan satu rumah di Dusun V. Sementara di Desa Tolai, satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan di Dusun V.


Di Kecamatan Parigi Selatan, kerusakan terjadi di Desa Boyantongo, masing-masing satu rumah di Dusun III, dua rumah di Dusun IV, dan satu rumah di Dusun VI.


Sedangkan di Kecamatan Sausu, satu rumah warga di Desa Sausu Trans, Dusun VI, dilaporkan mengalami kerusakan.


Untuk meminimalkan risiko korban, Pemkab Parigi Moutong mengeluarkan delapan langkah mitigasi yang wajib diperhatikan masyarakat.


Warga diminta tetap tenang dan tidak panik, memeriksa kelayakan bangunan sebelum kembali masuk rumah, serta menjauhi bangunan yang retak atau berpotensi runtuh.


Masyarakat juga diminta memastikan jalur evakuasi tetap steril, mengutamakan berada di ruang terbuka saat terjadi gempa susulan, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.


Pemerintah menegaskan masyarakat hanya boleh mengacu pada informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah guna menghindari penyebaran hoaks yang dapat memperburuk situasi.


Selain itu, warga diminta segera melaporkan apabila menemukan kerusakan bangunan berat atau adanya korban jiwa.


Pemerintah daerah menilai kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor krusial dalam menekan risiko bencana, terutama pada fase pascagempa ketika gempa susulan masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu.


Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan dampak gempa, laporan dapat disampaikan melalui Call Center BPBD Parigi Moutong di 08114180117 atau melalui kanal media sosial resmi BPBD.


Pemkab Parigi Moutong berharap seluruh elemen masyarakat saling membantu, menjaga ketenangan, serta mengutamakan keselamatan bersama selama masa tanggap darurat.


Dalam situasi seperti ini, kewaspadaan, informasi yang akurat, dan respons cepat menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak bencana.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

16 Juni 2026

Gampong Lamkawe Juara Mobil Hias dan SMA Modal Bangsa Juara Barisan Obor Pejalan Kaki Pawai 1 Muharram 1448 H Aceh Besar

Gampong Lamkawe Juara Mobil Hias dan SMA Modal Bangsa Juara Barisan Obor Pejalan Kaki Pawai 1 Muharram 1448 H Aceh Besar


Penampilan mobil hias yang mengusung nuansa Islami, kreativitas dekorasi, serta pesan dakwah yang kuat menjadi faktor utama keberhasilan Gampong Lamkawe meraih posisi puncak.

ACEHMEDIACENTER.COM | Aceh Besar – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar resmi mengumumkan para pemenang Pawai Ta’aruf Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang berlangsung meriah di kawasan Lambaro, Senin (15/6/2026).


Ribuan masyarakat memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan penampilan peserta yang terdiri dari mobil hias, barisan obor jalan kaki, serta kategori pejalan kaki dari berbagai gampong, sekolah, instansi, dan organisasi masyarakat.


Berdasarkan keputusan dewan hakim, Gampong Lamkawe berhasil meraih Juara I kategori Pawai Mobil Hias, setelah memperoleh nilai tertinggi 89,25. Posisi kedua ditempati Gampong Ajun Ayahanda dengan nilai 85,75, disusul Gampong Lam Geue di peringkat ketiga dengan nilai 84,25.


Juara Pawai Mobil Hias Juara I: Gampong Lamkawe (89,25)

Juara II: Gampong Ajun Ayahanda (85,75), Juara III: Gampong Lam Geue (84,25), Harapan I: PDAM Tirta Mountala (84), Harapan II: Gampong Lampasie Engking (78,5) dan Harapan III: Gampong Lubok Batee (77,25) serta Favorit: Perwakilan SD se-Aceh Besar (76,75).


Pada kategori Barisan Obor Jalan Kaki, SMA Modal Bangsa tampil sebagai yang terbaik dengan nilai 79,25. Disusul Gampong Meunasah Papeun sebagai juara kedua dan Dayah Insan Qurani di posisi ketiga.


Juara Barisan Obor Jalan Kaki Juara I: SMA Modal Bangsa (79,25), Juara II: Gampong Meunasah Papeun (77,75), Juara III: Dayah Insan Qurani (77,50), Harapan I: LPI Madani Al-Aziziyah (77,25), Harapan II: BKMT Kabupaten Aceh Besar (75,25) dan Harapan III: MAN Cot Gue (74,75) serta Favorit: MTsN Cot Gue.


Adapun pada kategori Pejalan Kaki Instansi, dewan hakim menetapkan Yonif Raider 117/KY sebagai peraih Juara I dengan nilai 77,0, Juara Kategori Pejalan Kaki Instansi, Juara I: Yonif Raider 117/KY (77,0), Juara II: Polres Aceh Besar (76,5)

Juara III: Satpol PP dan WH Aceh Besar (70,0)




Pawai Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Syariat Islam ini berlangsung meriah dan tertib.


Selain menjadi ajang syiar Islam, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keislaman dan tradisi peringatan Tahun Baru Hijriah.


Para pemenang mendapatkan trofi, piagam penghargaan, serta hadiah pembinaan yang telah disiapkan panitia dengan total nilai puluhan juta rupiah.


Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari syiar Islam dan penguatan wisata religi di Aceh Besar.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

Semarak Pawai 1 Muharram 1448 H di Aceh Besar, Ribuan Warga Padati Kawasan Lambaro

Semarak Pawai 1 Muharram 1448 H di Aceh Besar, Ribuan Warga Padati Kawasan Lambaro


ACEHMEDIACENTER.COMKOTA JANTHO – Ribuan warga memadati kawasan Lambaro, Aceh Besar untuk menyaksikan kemeriahan Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Senin (15/6/2026) malam.


Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum Pemerintah Aceh Besar dalam menyiarkan budaya Islam sekaligus ajang mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat dalam menyambut tahun baru IsIam.


Pawai secara resmi dilepas oleh Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, didampingi Wakil Bupati, unsur pimpinan DPRK Aceh Besar, Sekretaris Daerah Aceh Besar, Forkopimda, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.


Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Besar, Rusdi, S.Sos., M.Si, dalam laporannya mengatakan pawai tahun baru IsIam tahun ini diikuti puluhan kafilah dari berbagai unsur masyarakat.


Sebanyak 28 kafilah pejalan kaki turut ambil bagian, termasuk dari unsur pelajar, organisasi masyarakat, organisasi perangkat daerah, TNI, dan Polri. Selain itu, terdapat 15 mobil hias yang menampilkan berbagai dekorasi bernuansa Islami.




“Pawai ini merupakan bagian dari syiar Islam sekaligus upaya mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Aceh Besar,” ujar Rusdi.


Rute pawai pejalan kaki menempuh perjalanan hingga kawasan SPBU Yahmu, sementara iring-iringan mobil hias melanjutkan perjalanan hingga kawasan Tanjong (Simpang Batoh).


Sepanjang rute, ribuan warga tampak antusias berdiri di tepi jalan untuk menyaksikan peserta pawai yang menampilkan berbagai kreasi dan pesan-pesan keislaman.


Untuk menambah semangat peserta, panitia menyediakan hadiah dengan total mencapai Rp68 juta yang akan diperebutkan oleh para pemenang dari berbagai kategori perlombaan.


Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi dan memperkuat semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.


“Kami mengucapkan selamat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga kita semua dapat mencapai perubahan yang lebih indah serta kemakmuran bagi masyarakat Aceh Besar,” kata Muharram Idris.


Bupati Aceh Besar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi memeriahkan peringatan tahun baru Hijriah tersebut, dan ribuan masyarakat yang memadati kawasan Lambaro. 


“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang ikut memeriahkan Tahun Baru Islam. Ini adalah tahun baru umat Islam yang harus terus kita peringati dan rayakan agar anak-anak serta generasi muda Aceh Besar memahami makna dan sejarah kalender Hijriah,” ujarnya.


Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus berkembang sebagai bagian dari syiar Islam di Aceh Besar.


“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus terlaksana setiap tahun dan menjadi bagian dari syiar Islam yang semakin kuat di Aceh Besar. Bahkan ke depan, kita berharap dapat menjadi salah satu destinasi wisata religi di Aceh,” tambahnya.


Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga meminta dewan juri melakukan penilaian secara objektif dan adil.


“Dewan juri kami harapkan dapat menilai dengan seksama, adil, dan tanpa kecurangan. Nantinya piala dan hadiah uang tunai akan langsung diserahkan kepada para peserta yang berhasil menjadi juara,” tegasnya.


Pelaksanaan pawai berlangsung tertib dan lancar dengan pengamanan dari aparat TNI, Polri, serta dukungan petugas Dinas Perhubungan. Semarak peringatan 1 Muharram ini pun menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat Aceh Besar dalam menjaga tradisi dan syiar Islam di Tanah Rencong.

Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

13 Juni 2026

Abu Doto Berpulang, Illiza Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Abu Doto Berpulang, Illiza Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Wafatnya Abu Doto meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh. Sejak kabar tersebut tersebar, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, pejabat pemerintahan, hingga warga yang mengenang jasa dan pengabdian almarhum bagi Tanah Rencong.

ACEHMEDIACENTER.COMBanda Aceh – Kabar duka menyelimuti Aceh. Mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, Dr H Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto, meninggal dunia di RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh, Sabtu, 14 Juni 2026.

Begitu menerima kabar kondisi kesehatan Abu Doto yang menurun, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama suaminya, Amir Ridha, bergegas menuju Ruang ICU RSUDZA untuk melayat dan melihat langsung keadaan tokoh yang selama ini dikenal sebagai salah satu sosok penting dalam perjalanan Aceh tersebut.

Di ruang perawatan itu, suasana haru tak terbendung. Illiza tampak larut dalam kesedihan saat berdiri di sisi pembaringan Abu Doto. Wajahnya menyiratkan duka mendalam atas kepergian tokoh yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk Aceh.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Abu Doto. Beliau merupakan salah satu putra terbaik Aceh yang telah memberikan pengabdian besar bagi daerah dan masyarakat Aceh,” ujar Illiza.

Menurutnya, kepergian Abu Doto bukan hanya kehilangan bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi kehilangan besar bagi seluruh rakyat Aceh. Sosoknya dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, bersahaja, dan memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Illiza mengenang Abu Doto sebagai figur yang senantiasa mengedepankan persatuan dan kedamaian Aceh. Jejak pengabdian serta pemikiran beliau, katanya, akan selalu menjadi bagian dari perjalanan sejarah daerah ini.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilaf dan dosanya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” katanya.

Wafatnya Abu Doto meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh. Sejak kabar tersebut tersebar, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, pejabat pemerintahan, hingga warga yang mengenang jasa dan pengabdian almarhum bagi Tanah Rencong.

Rencananya, jenazah almarhum akan dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh usai salat Ashar sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Pidie untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Bagi Illiza, Abu Doto bukan sekadar seorang mantan gubernur. Di mata banyak orang, beliau adalah salah satu saksi hidup perjalanan panjang Aceh yang telah menorehkan pengabdian dengan ketulusan. Kini, sosok itu telah berpulang, meninggalkan kenangan, keteladanan, dan doa dari masyarakat yang dicintainya.

“Selamat jalan, Abu Doto. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang rakyat Aceh.”


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

10 Juni 2026

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

ACEHMEDIACENTER.COM | Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala (USK) kembali memperkuat posisi akademisnya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dengan mengukuhkan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Gedung AAC Prof. Dr. Dayan Dawood, MA, Selasa (9/6/2026).


Kelima guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., dan Prof. Dr. Ners. Ardia Putra, S.Kep., MNS.


Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian jabatan akademik tertinggi tersebut. Saat ini, USK telah memiliki 246 profesor yang terdiri dari 179 profesor di bidang sains dan 67 profesor di bidang sosial humaniora. Rektor menegaskan bahwa kehadiran para guru besar ini adalah kekuatan akademik untuk menjawab tantangan pembangunan bangsa.


“Jabatan profesor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas. USK adalah milik masyarakat Aceh, dan setiap ilmu yang lahir dari kampus ini harus kembali menjadi solusi untuk memajukan daerah,” ujar Rektor.


Kehadiran lima profesor baru ini membawa kontribusi keilmuan yang krusial. Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., fokus pada kajian hukum tanah adat, sementara Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., menawarkan model kepemimpinan Islam dalam tata kelola pemerintahan yang berintegritas. Di sektor ekonomi dan hukum, Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya rekonstruksi tata kelola halal berbasis digital.


Di bidang hukum adat, Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., mencetak sejarah dengan kepakaran peradilan adat pertama di Indonesia yang lahir dari USK. Melengkapi barisan tersebut, Prof. Dr. Ners. Ardia Putra, S.Kep., MNS., memberikan kontribusi melalui inovasi sistem pelaporan digital untuk mencegah kekerasan terhadap tenaga kesehatan.

Rektor kembali menekankan bahwa peran para profesor harus melampaui ruang kelas. Ia mendorong agar kepakaran mereka segera diimplementasikan untuk kepentingan publik.


“Kami mendorong agar seluruh kepakaran yang dimiliki para profesor USK hari ini benar-benar mampu memberi dampak yang nyata bagi masyarakat. Gelar profesor harus menjadi sumber gagasan dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung,” tegas Rektor.


Prof. Mirza menutup prosesi dengan pesan agar para profesor baru senantiasa menjaga kerendahan hati. Menurutnya, kemuliaan seorang akademisi sejati bukan terletak pada gelar yang disandang, melainkan pada seberapa besar kepedulian dan manfaat yang mampu diberikan bagi sesama.


Prosesi ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, para Wakil Rektor, Dekan, serta tamu undangan lainnya.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram