View AllAceh

Berita Terbaru

13 Juni 2026

Abu Doto Berpulang, Illiza Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Abu Doto Berpulang, Illiza Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Wafatnya Abu Doto meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh. Sejak kabar tersebut tersebar, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, pejabat pemerintahan, hingga warga yang mengenang jasa dan pengabdian almarhum bagi Tanah Rencong.

ACEHMEDIACENTER.COMBanda Aceh – Kabar duka menyelimuti Aceh. Mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, Dr H Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto, meninggal dunia di RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh, Sabtu, 14 Juni 2026.

Begitu menerima kabar kondisi kesehatan Abu Doto yang menurun, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama suaminya, Amir Ridha, bergegas menuju Ruang ICU RSUDZA untuk melayat dan melihat langsung keadaan tokoh yang selama ini dikenal sebagai salah satu sosok penting dalam perjalanan Aceh tersebut.

Di ruang perawatan itu, suasana haru tak terbendung. Illiza tampak larut dalam kesedihan saat berdiri di sisi pembaringan Abu Doto. Wajahnya menyiratkan duka mendalam atas kepergian tokoh yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk Aceh.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Abu Doto. Beliau merupakan salah satu putra terbaik Aceh yang telah memberikan pengabdian besar bagi daerah dan masyarakat Aceh,” ujar Illiza.

Menurutnya, kepergian Abu Doto bukan hanya kehilangan bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi kehilangan besar bagi seluruh rakyat Aceh. Sosoknya dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, bersahaja, dan memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Illiza mengenang Abu Doto sebagai figur yang senantiasa mengedepankan persatuan dan kedamaian Aceh. Jejak pengabdian serta pemikiran beliau, katanya, akan selalu menjadi bagian dari perjalanan sejarah daerah ini.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilaf dan dosanya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” katanya.

Wafatnya Abu Doto meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh. Sejak kabar tersebut tersebar, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, pejabat pemerintahan, hingga warga yang mengenang jasa dan pengabdian almarhum bagi Tanah Rencong.

Rencananya, jenazah almarhum akan dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh usai salat Ashar sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Pidie untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Bagi Illiza, Abu Doto bukan sekadar seorang mantan gubernur. Di mata banyak orang, beliau adalah salah satu saksi hidup perjalanan panjang Aceh yang telah menorehkan pengabdian dengan ketulusan. Kini, sosok itu telah berpulang, meninggalkan kenangan, keteladanan, dan doa dari masyarakat yang dicintainya.

“Selamat jalan, Abu Doto. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang rakyat Aceh.”


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

10 Juni 2026

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

ACEHMEDIACENTER.COM | Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala (USK) kembali memperkuat posisi akademisnya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dengan mengukuhkan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Gedung AAC Prof. Dr. Dayan Dawood, MA, Selasa (9/6/2026).


Kelima guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., dan Prof. Dr. Ners. Ardia Putra, S.Kep., MNS.


Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian jabatan akademik tertinggi tersebut. Saat ini, USK telah memiliki 246 profesor yang terdiri dari 179 profesor di bidang sains dan 67 profesor di bidang sosial humaniora. Rektor menegaskan bahwa kehadiran para guru besar ini adalah kekuatan akademik untuk menjawab tantangan pembangunan bangsa.


“Jabatan profesor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas. USK adalah milik masyarakat Aceh, dan setiap ilmu yang lahir dari kampus ini harus kembali menjadi solusi untuk memajukan daerah,” ujar Rektor.


Kehadiran lima profesor baru ini membawa kontribusi keilmuan yang krusial. Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., fokus pada kajian hukum tanah adat, sementara Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., menawarkan model kepemimpinan Islam dalam tata kelola pemerintahan yang berintegritas. Di sektor ekonomi dan hukum, Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya rekonstruksi tata kelola halal berbasis digital.


Di bidang hukum adat, Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., mencetak sejarah dengan kepakaran peradilan adat pertama di Indonesia yang lahir dari USK. Melengkapi barisan tersebut, Prof. Dr. Ners. Ardia Putra, S.Kep., MNS., memberikan kontribusi melalui inovasi sistem pelaporan digital untuk mencegah kekerasan terhadap tenaga kesehatan.

Rektor kembali menekankan bahwa peran para profesor harus melampaui ruang kelas. Ia mendorong agar kepakaran mereka segera diimplementasikan untuk kepentingan publik.


“Kami mendorong agar seluruh kepakaran yang dimiliki para profesor USK hari ini benar-benar mampu memberi dampak yang nyata bagi masyarakat. Gelar profesor harus menjadi sumber gagasan dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung,” tegas Rektor.


Prof. Mirza menutup prosesi dengan pesan agar para profesor baru senantiasa menjaga kerendahan hati. Menurutnya, kemuliaan seorang akademisi sejati bukan terletak pada gelar yang disandang, melainkan pada seberapa besar kepedulian dan manfaat yang mampu diberikan bagi sesama.


Prosesi ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, para Wakil Rektor, Dekan, serta tamu undangan lainnya.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

08 Juni 2026

Wagub Aceh Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Wagub Aceh Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar


“Atas nama Pemerintah Aceh, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Kemensos dan seluruh unsur pemerintah pusat yang telah menghadirkan Sekolah Rakyat di Aceh. Program ini sangat membantu masyarakat dan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” kata Fadhlullah.

ACEHMEDIACENTER.COMACEH BESAR — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi kunjungan kerja Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat Sentra Darussa’adah di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Senin (8/6).

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Tgk. H. Faisal Ali, serta sejumlah kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dan pejabat terkait lainnya.

‎Kunjungan Menteri Sosial ke Aceh merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat berjalan optimal di berbagai daerah. Kehadiran Mensos bersama Wakil Gubernur disambut antusias oleh para siswa, orang tua, dan tenaga pendidik yang memadati lingkungan sekolah.

‎Dalam sambutannya, Saifullah Yusuf mengaku bersyukur dapat melihat langsung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Aceh. Ia menilai program yang digagas pemerintah tersebut telah menunjukkan perkembangan positif di berbagai wilayah Indonesia.

‎“Saya bergembira karena secara umum pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia berjalan dengan baik. Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menyukseskan program ini sebagaimana arahan Presiden,” ujar Saifullah Yusuf.

‎Mensos juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Aceh dalam mendukung Program Sekolah Rakyat. Menurutnya, Aceh menjadi salah satu daerah yang menunjukkan keseriusan dalam pengembangan program tersebut, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

‎Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial, atas hadirnya Program Sekolah Rakyat di Aceh.

‎“Atas nama Pemerintah Aceh, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Kemensos dan seluruh unsur pemerintah pusat yang telah menghadirkan Sekolah Rakyat di Aceh. Program ini sangat membantu masyarakat dan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” kata Fadhlullah.

‎Wagub menilai perkembangan para siswa yang mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat menunjukkan hasil yang menggembirakan. Karena itu, Pemerintah Aceh akan terus mendukung  pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh.

‎“Kami mendukung sepenuhnya program Presiden terkait Sekolah Rakyat dan berbagai program nasional lainnya. Harapan kami, para lulusan nantinya dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” ujarnya.

‎Pada kesempatan yang sama, Bupati Aceh Besar Muharram Idris juga menyatakan komitmennya untuk mendukung keberlangsungan Program Sekolah Rakyat di wilayahnya. Ia menilai program tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh pendidikan yang layak.

‎Program Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama gratis yang diinisiasi pemerintah bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Seluruh kebutuhan peserta didik ditanggung oleh negara, mulai dari biaya pendidikan, asrama, konsumsi, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pendukung lainnya, sehingga siswa dapat mengikuti proses belajar secara optimal tanpa terbebani persoalan ekonomi keluarga.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

07 Juni 2026

Pemerintah Aceh Besar Apresiasi Peluncuran Program Beut Kitab Pemuda Gampong Leu Ue

Pemerintah Aceh Besar Apresiasi Peluncuran Program Beut Kitab Pemuda Gampong Leu Ue





"Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memberikan apresiasi terhadap peluncuran Program Beut Kitab Pemuda yang digagas Pemerintah Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah"

ACEHMEDIACENTER.COM | Aceh Besar – Komitmen Pemerintah Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, dalam membina generasi muda melalui pendekatan keagamaan mendapat apresiasi dari Pemerintah Aceh Besar khsususnya dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar.


Program Beut Kitab untuk Pemuda yang resmi diluncurkan pada Sabtu malam (6/6/2026) dinilai menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.


Peluncuran program yang berlangsung di halaman Kantor Keuchik Gampong Leu Ue tersebut dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.


Kepala DPMG Aceh Besar, Jakfar, SP MSi., yang hadir mewakili Bupati Aceh Besar, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Pemerintah Gampong Leu Ue yang dinilai sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keislaman.


“Program ini sangat baik sebagai upaya Pemerintah Gampong Leu Ue dalam menjaga generasi muda. Kita berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang islami, kreatif, dan mandiri sebagaimana harapan kita bersama,” ungkap Jakfar dalam sambutannya.


Ia menegaskan bahwa tradisi mengaji dan belajar kitab sebenarnya telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Aceh sejak dahulu. Namun saat ini, pemerintah terus memperkuat tradisi tersebut melalui berbagai program yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.


“Dulu kita sudah mengenal pengajian Al-Qur’an dan pengajian kitab yang diajarkan para guru dan ulama. Sekarang kegiatan itu semakin diperkuat melalui program-program pemerintah, mulai dari Beut Kitab Bak Sikula hingga kegiatan mengaji yang dikoordinasikan di tingkat kecamatan,” ujarnya.


Menurut Jakfar, berkembangnya berbagai program keagamaan di Aceh Besar merupakan bagian dari perubahan positif yang sedang dirasakan masyarakat di bawah kepemimpinan Bupati H. Muharram Idris.


“Ini kemajuan yang harus kita syukuri. Beut atau mengaji sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Kalau ada anak-anak muda yang belum sempat belajar di dayah, alhamdulillah sekarang sudah ada Beut Kitab di gampong yang bisa menjadi wadah belajar agama bagi mereka,” tambahnya.


Program Beut Kitab Pemuda merupakan inisiatif Pemerintah Gampong Leu Ue yang terinspirasi dari program Beut Kitab Bak Sikula yang digagas Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), sebagai bagian dari penguatan pendidikan agama bagi generasi muda.


Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri, VE, ST, mengatakan program tersebut lahir dari keinginan pemerintah gampong untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda.


“Program ini sebenarnya terinspirasi dari Beut Kitab Bak Sikula yang dicetuskan Bapak Bupati Aceh Besar. Karena kami melihat program ini sangat bagus, maka kami merasa perlu mengikutinya dengan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pemuda di Gampong Leu Ue,” ujar Yusri.


Menurutnya, kegiatan pengajian kitab tersebut akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai sarana memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat silaturahmi antar warga.


“Harapan kami, program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan menjadi sarana pembinaan bagi generasi muda,” ungkapnya.


Yusri menambahkan, program Beut Kitab Pemuda juga merupakan bagian dari upaya pemerintah gampong dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.


Selain launching program, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peusijuek aparatur gampong dan Tim Penggerak PKK Gampong Leu Ue, serta pembagian doorprize kepada masyarakat yang hadir, khususnya kaum ibu, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga dalam kegiatan kemasyarakatan.


Hadir pada kesempatan tersebut unsur Forkopimcam Darul Imarah, Tuha Peut Gampong, tokoh agama, tokoh adat termasuk pimpinan Pengajian Balai Arba’in Marzuki Yahya. Tausyiah disampaikan oleh Tgk Agus Setiawan yang juga tokoh ulama setempat. Warga terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.


Pemerintah Gampong Leu Ue berharap program Beut Kitab Pemuda menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan dan mampu melahirkan generasi muda yang berakhlakul karimah, berilmu, serta berkontribusi positif bagi pembangunan gampong, kecamatan, dan Kabupaten Aceh Besar secara keseluruhan.


Pangdam IM Sambut Kepulangan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di Aceh Besar

Pangdam IM Sambut Kepulangan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di Aceh Besar

Pangdam IM Sambut Kepulangan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di Aceh Besar

“Atas nama pribadi dan selaku Pangdam Iskandar Muda, saya mengucapkan selamat datang kembali di tanah air kepada seluruh prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL yang telah berhasil menyelesaikan tugas misi perdamaian dunia di Lebanon dengan aman, lancar, dan penuh keberhasilan,”


ACEHMEDIACENTER.COM | Aceh Besar – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., memimpin Upacara Purna Tugas dan Penyambutan Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S UNIFIL dari Batalyon Infanteri 114/Satria Musara Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda yang telah sukses menyelesaikan misi perdamaian dunia di Lebanon di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bertempat di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Kabupaten Aceh Besar, Minggu (7/6/2026).


Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat, rasa bangga, dan suasana haru tersebut menjadi momentum penting sebagai bentuk penghormatan, apresiasi, serta ungkapan rasa syukur atas keberhasilan para prajurit dalam melaksanakan tugas negara di tingkat internasional sebagai Pasukan Perdamaian Dunia PBB.


Upacara penyambutan tersebut juga menjadi simbol keberhasilan dan kehormatan bagi Kodam Iskandar Muda, TNI Angkatan Darat, serta bangsa Indonesia atas dedikasi dan pengabdian para prajurit selama menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam Iskandar Muda beserta istri, Irdam Iskandar Muda beserta istri, Kapoksahli Pangdam Iskandar Muda beserta istri, Danrindam IM beserta istri, para Asisten Kasdam Iskandar Muda beserta istri, Danbrigif 25/Siwah beserta istri, Danlanud SIM beserta istri, para Pejabat Utama Makodam Iskandar Muda, para Kepala Badan Pelaksana Kodam Iskandar Muda beserta istri, serta unsur pendukung lainnya.


Dalam amanatnya, Pangdam IM mengawali dengan mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.


“Atas nama pribadi dan selaku Pangdam Iskandar Muda, saya mengucapkan selamat datang kembali di tanah air kepada seluruh prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL yang telah berhasil menyelesaikan tugas misi perdamaian dunia di Lebanon dengan aman, lancar, dan penuh keberhasilan,” ujar Pangdam IM.


Pangdam IM menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih para prajurit merupakan kebanggaan besar, tidak hanya bagi diri pribadi dan keluarga, tetapi juga bagi satuan, Kodam Iskandar Muda, TNI Angkatan Darat, TNI, serta bangsa dan negara Indonesia. Menurutnya, tugas yang dijalankan para prajurit merupakan amanah mulia dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat internasional terhadap profesionalisme prajurit TNI.


Lebih lanjut, Pangdam IM menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, disiplin, loyalitas, serta profesionalisme seluruh personel selama melaksanakan tugas di daerah operasi. Berbagai tantangan dan dinamika penugasan di wilayah misi dinilai mampu dihadapi dengan baik oleh seluruh personel Satgas, sehingga keberadaan prajurit Indonesia mendapat tempat dan penghargaan dari masyarakat internasional.


“Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL telah mampu menunjukkan jati diri prajurit TNI yang profesional, humanis, disiplin, serta dicintai masyarakat internasional. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kodam Iskandar Muda dan bangsa Indonesia,” ungkap Pangdam IM.


Prestasi tersebut semakin membanggakan dengan diterimanya “Letter of Appreciation” dari UNIFIL Force Commander kepada INDOBATT XXIII-S sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kontribusi, dan kinerja terbaik selama menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.


Penghargaan internasional tersebut menjadi bukti nyata bahwa prajurit Kodam Iskandar Muda memiliki kualitas dan kemampuan yang mampu bersaing di tingkat dunia serta mampu menjalankan tugas dengan standar profesionalisme internasional.


Dalam amanatnya, Pangdam IM juga menekankan pentingnya menjadikan pengalaman selama penugasan sebagai bekal berharga dalam meningkatkan wawasan, kemampuan kepemimpinan, keterampilan militer, serta kemampuan berinteraksi dengan berbagai bangsa dan budaya.


Menurut Pangdam IM, tantangan tugas TNI ke depan akan semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, setiap prajurit dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan diri, menjaga disiplin, memperkuat soliditas satuan, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tugas yang dipercayakan oleh negara.


Selain memberikan apresiasi kepada para prajurit, Pangdam IM juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada keluarga prajurit yang telah memberikan doa, dukungan, kesabaran, serta pengorbanan selama para personel menjalankan tugas negara di luar negeri.


“Keberhasilan para prajurit dalam melaksanakan misi perdamaian dunia juga tidak terlepas dari dukungan keluarga yang senantiasa memberikan semangat dan motivasi selama penugasan berlangsung,” tambahnya.


Menjelang akhir amanatnya, Pangdam IM berpesan kepada seluruh prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL agar terus menjaga kesehatan, disiplin, serta nama baik satuan di mana pun berada. Ia berharap pengalaman dan prestasi yang telah diraih dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh prajurit Kodam Iskandar Muda dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara.


Upacara berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan rasa bangga. Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan pengabdian prajurit Kodam Iskandar Muda di kancah internasional sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi.


Melalui keberhasilan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL, diharapkan citra positif TNI dan bangsa Indonesia di mata dunia semakin meningkat serta mampu menjadi motivasi bagi generasi prajurit berikutnya untuk terus mengukir prestasi dan memberikan pengabdian terbaik demi kepentingan bangsa dan negara.

Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

Tim Rimueng Koetaradja Tangkap Pelaku Pencurian di Kios Kelontong, Dibekuk Saat Patroli Malam

Tim Rimueng Koetaradja Tangkap Pelaku Pencurian di Kios Kelontong, Dibekuk Saat Patroli Malam

"Tim Rimueng Koetaradja Polresta Banda Aceh berhasil menangkap seorang pria yang diduga mencuri uang tunai Rp15 juta dari sebuah kios kelontong. Pelaku diamankan saat patroli malam di kawasan Simpang Keudah dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polresta Banda Aceh".

ACEHMEDIACENTER.COM | BANDA ACEH — Tim Rimueng Koetaradja atau Unit Reaksi Cepat Polresta Banda Aceh berhasil menangkap seorang pria berinisial MI (26), warga Kabupaten Bireuen, yang diduga terlibat dalam kasus pencurian uang tunai di sebuah kios kelontong.


Pelaku diamankan saat petugas melaksanakan patroli malam di wilayah hukum Polresta Banda Aceh pada Jumat (5/6/2026) dini hari.


Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan korban yang kehilangan uang tunai sebesar Rp15 juta di kios miliknya.


Kasus pencurian itu menimpa Sayuthi (25), warga Gampong Neuheun, Kabupaten Aceh Besar.


Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasatreskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono menjelaskan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 02.30 WIB setelah salah seorang karyawan kios melaporkan adanya dugaan pencurian kepada korban.


“Korban mengetahui adanya pencurian di kios miliknya setelah menerima laporan dari salah satu karyawannya. Korban kemudian langsung menuju lokasi untuk memastikan informasi tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui uang tunai sebesar Rp15 juta yang disimpan di salah satu tempat di dalam kios telah hilang,” ujar Kompol Dizha.


Setelah memastikan uang tersebut hilang, korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.


Menerima laporan tersebut, Tim Rimueng Koetaradja Polresta Banda Aceh langsung melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah alat bukti di lokasi kejadian.


Petugas kemudian meningkatkan patroli dan melakukan pencarian terhadap pelaku berdasarkan hasil penyelidikan awal.


Upaya tersebut membuahkan hasil ketika petugas menemukan seorang pria yang diduga sebagai pelaku berada di kawasan Simpang Keudah, Banda Aceh.


Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengamankan terduga pelaku untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Kecepatan respons Tim Rimueng Koetaradja dalam menangani laporan masyarakat kembali menunjukkan komitmen Polresta Banda Aceh dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Polisi Amankan Dua Ponsel dan Sisa Uang Hasil Curian


Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pencurian tersebut.


Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan petugas menyita dua unit telepon seluler dari tangan terduga pelaku.


Kedua telepon seluler tersebut masing-masing berjenis Oppo A31 dan Realme C31.


“Dari tangan terduga pelaku, petugas mengamankan dua unit telepon seluler, masing-masing merek Oppo A31 dan Realme C31. Salah satu telepon seluler tersebut diketahui dibeli menggunakan uang hasil pencurian milik korban. Selain itu, petugas juga menyita sisa uang hasil pencurian sebesar Rp277 ribu,” kata Kompol Dizha.


Barang bukti tersebut kini diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan yang sedang berlangsung.


Saat ini, MI masih menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polresta Banda Aceh.


Penyidik terus mendalami kasus tersebut guna melengkapi berkas perkara dan memastikan seluruh rangkaian tindak pidana dapat diungkap secara menyeluruh.


Polresta Banda Aceh juga akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses hukum selanjutnya.


“Kasus ini masih terus didalami guna melengkapi berkas perkara dan proses penyidikan,” pungkas Kompol Dizha.


Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.


Keberhasilan pengungkapan kasus ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjadi peringatan bagi pelaku kejahatan bahwa aparat kepolisian akan bertindak cepat dalam menindak setiap tindak pidana yang meresahkan warga.

Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram