Iran Bongkar Dugaan Motif Netanyahu Perpanjang Perang, Singgung Kasus Korupsi
Internasional Timur TengahIran Bongkar Dugaan Motif Netanyahu Perpanjang Perang, Singgung Kasus Korupsi
Teheran mengungkap dugaan motif tersembunyi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang dinilai berupaya memperpanjang konflik di kawasan. Hal ini disampaikan di tengah upaya gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menilai langkah Netanyahu yang terus melancarkan serangan ke Lebanon diduga berkaitan dengan kasus hukum yang tengah dihadapinya.
Singgung Kasus Korupsi Netanyahu
Araghchi menyoroti sidang kasus dugaan korupsi Netanyahu yang dijadwalkan kembali digelar dalam waktu dekat. Ia mengisyaratkan konflik yang terus berlanjut dapat menjadi upaya pengalihan isu dari proses hukum tersebut.
“Gencatan senjata di kawasan, termasuk di Lebanon, bisa mempercepat proses hukum terhadap dirinya,” ujar Araghchi melalui pernyataan di media sosial.
Ketegangan dengan AS dan Israel
Iran juga memperingatkan Amerika Serikat agar tidak membiarkan situasi semakin memburuk akibat aksi militer Israel di Lebanon. Serangan tersebut disebut menargetkan kelompok Hizbullah yang merupakan sekutu Iran.
Teheran mengklaim Lebanon termasuk dalam cakupan kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dibahas bersama Amerika Serikat.
Namun, pihak Gedung Putih membantah bahwa kesepakatan tersebut mencakup seluruh tuntutan Iran, termasuk situasi di Lebanon.
Ancaman Respons dari Iran
Sejumlah pejabat Iran menyebut kemungkinan respons terhadap serangan Israel, termasuk opsi militer maupun langkah strategis seperti pengendalian jalur pelayaran penting.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah meminta Israel untuk menurunkan intensitas operasi militernya.
“Kami sudah berbicara, dan diharapkan situasi bisa lebih mereda,” ujar Trump dalam wawancara dengan media.
Persidangan Netanyahu Kembali Dilanjutkan
Pengadilan di Yerusalem mengonfirmasi bahwa sidang kasus dugaan korupsi Netanyahu akan kembali dilanjutkan setelah sempat tertunda akibat konflik yang terjadi.
Netanyahu diketahui menghadapi sejumlah tuduhan, termasuk dugaan menerima gratifikasi serta upaya memengaruhi pemberitaan media untuk kepentingan politik.
Meski demikian, Netanyahu berulang kali membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebut proses hukum yang dijalaninya bermotif politik.
Baca juga:
Berita internasional terbaru hari ini
Perkembangan konflik global terkini
