![]() |
| Para peserta seleksi Paskibra Aceh Besar mengikuti seleksi di SMAN 2 Unggul Ali Hasjmy, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Senin (27/4/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR |
KOTA JANTHO – Sebanyak 167 peserta mengikuti tahapan seleksi kesehatan dalam rangkaian Seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Aceh Besar tahun 2026 yang berlangsung di SMAN 2 Unggul Ali Hasjmy, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Senin (27/4/2026).
Seleksi ini menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) terbaik yang nantinya akan bertugas pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia serta berpeluang mewakili Aceh Besar ke tingkat Provinsi Aceh hingga nasional.
Jumlah peserta yang mengikuti seleksi kesehatan tersebut merupakan hasil penyaringan dari total awal sebanyak 263 peserta yang mendaftar. Setelah melalui tahap seleksi administrasi, jumlah peserta berkurang menjadi 182 orang.
Selanjutnya, para peserta mengikuti Ujian Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU), yang kembali menyaring jumlah peserta hingga tersisa 168 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 167 peserta dinyatakan hadir untuk mengikuti tahapan seleksi kesehatan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Aceh Besar, Sofian SH, menjelaskan bahwa proses seleksi Paskibra tahun 2026 dilakukan secara bertahap dan ketat guna mendapatkan putra-putri terbaik yang siap mengemban tugas penting sebagai anggota Paskibraka.
“Seleksi ini telah dimulai sejak 2 April 2026, diawali dengan seleksi administrasi, kemudian dilanjutkan dengan tes Pancasila dan wawasan kebangsaan, serta tes intelegensia umum. Saat ini kita memasuki tahapan seleksi kesehatan dan parade,” ujar Sofian.
Menurutnya, seleksi tahun ini tidak hanya untuk kebutuhan Paskibraka tingkat Kabupaten Aceh Besar, tetapi juga menjadi bagian dari seleksi menuju tingkat Provinsi Aceh.
“Seleksi ini untuk Paskibraka Aceh Besar dan seleksi provinsi juga. Alhamdulillah, Paskibra Aceh Besar sudah dua tahun berturut-turut mewakili Aceh Besar ke Paskib Nasional,” kata Sofian.
Prestasi tersebut menjadi motivasi besar bagi para peserta tahun ini untuk memberikan kemampuan terbaik mereka agar dapat melanjutkan tradisi prestasi tersebut.
Sofian menegaskan bahwa setiap tahapan seleksi memiliki peran yang sangat penting dalam menilai kesiapan peserta, baik dari sisi fisik, mental, kedisiplinan, maupun wawasan kebangsaan sebagai calon pengibar bendera pusaka.
Ia menyebutkan bahwa seleksi kesehatan menjadi salah satu tahap yang paling krusial karena menyangkut kesiapan fisik peserta untuk menjalankan tugas yang membutuhkan stamina, fokus, dan ketahanan tubuh yang prima.
“Seleksi kesehatan menjadi salah satu tahapan yang paling penting untuk memastikan para calon Paskibra memiliki kondisi fisik yang prima. Dari 168 peserta yang lulus tahap sebelumnya, sebanyak 167 hadir mengikuti pemeriksaan kesehatan hari ini,” terangnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, para peserta juga akan menghadapi tahapan lanjutan yang tidak kalah penting hingga akhir April 2026.
“Setelah ini, para peserta akan mengikuti seleksi peraturan baris-berbaris, kesamaptaan, serta seleksi kepribadian. Semua tahapan ini bertujuan untuk menghasilkan putra-putri terbaik Aceh Besar yang siap menjalankan tugas sebagai Paskibra,” imbuhnya.
Tahapan seleksi tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026 mendatang. Seluruh proses dilakukan dengan standar penilaian yang ketat agar peserta yang terpilih benar-benar layak menjadi representasi generasi muda Aceh Besar.
Menurut Sofian, Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan baris-berbaris, tetapi juga menyangkut karakter, disiplin, tanggung jawab, serta jiwa nasionalisme yang kuat.
Karena itu, peserta yang lolos nantinya diharapkan tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki integritas dan kepribadian yang baik.
“Harapan kita, peserta yang terpilih nantinya benar-benar siap, tidak hanya secara fisik, tetapi juga memiliki karakter dan kedisiplinan yang baik sebagai representasi generasi muda Aceh Besar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa peserta dengan peringkat terbaik di tingkat kabupaten akan dikirim untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi Aceh. Selanjutnya, peserta terbaik dari tingkat provinsi akan berpeluang mengikuti seleksi tingkat nasional.
“Peringkat teratas seleksi tingkat kabupaten akan kita kirim untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi. Begitu pula peringkat teratas seleksi tingkat provinsi nantinya pasti akan mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi tingkat nasional,” pungkas Sofian.
Dengan semangat kompetisi yang tinggi serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, seleksi Paskibra Aceh Besar 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu membawa nama baik daerah hingga ke tingkat nasional.
