KOTA JANTHO – Pulo Aceh terima anggaran fisik Rp20 miliar lebih di tahun 2026. Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris turun langsung meninjau pembangunan jalan dan irigasi sebagai bagian dari percepatan pembangunan wilayah kepulauan, Senin (27/4/2026).
Peninjauan dilakukan di sejumlah titik strategis, seperti Gampong Lhoh, Gampong Serapong, serta kawasan irigasi di Pulau Breuh, Kecamatan Pulo Aceh. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Bupati yang akrab disapa Syech Muharram menjelaskan, pembangunan infrastruktur di Pulo Aceh menjadi prioritas utama pemerintah daerah pada tahun ini.
Untuk pembangunan jalan, ruas Gampong Lhoh menuju Lampuyang akan dikerjakan sepanjang 650 meter dengan lebar empat meter dan bahu jalan di kedua sisi, dengan anggaran Rp3,76 miliar. Sementara itu, ruas Gugop–Serapong sepanjang 1.750 meter akan dibangun dengan anggaran Rp7,84 miliar.
“Seluruh proyek ini sedang dalam tahap persiapan tender. Kita targetkan selesai dalam tahun 2026,” ujar Syech Muharram.
Selain jalan, pembangunan irigasi juga menjadi perhatian utama. Proyek tersebut meliputi rehabilitasi lantai sepanjang 573 meter, perbaikan saluran 213 meter, pemasangan pipa sepanjang 600 meter, serta pembangunan sumur bor di Gampong Ulee Paya dengan total anggaran Rp570 juta.
Menurutnya, pembangunan irigasi ini sangat penting untuk mendukung produktivitas pertanian masyarakat.
“Kita harapkan kebutuhan air untuk sawah seluas 46 hektare dapat terpenuhi, sehingga petani bisa meningkatkan hasil panen hingga dua kali setahun,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, total anggaran pembangunan fisik di Pulo Aceh tidak hanya terbatas pada jalan dan irigasi, tetapi juga mencakup sejumlah proyek lainnya yang memperkuat pembangunan kawasan pesisir.
“Secara keseluruhan, anggaran untuk Pulo Aceh mencapai lebih dari Rp20 miliar. Ini bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan wilayah kepulauan,” tambahnya.
Bupati turut mengingatkan para keuchik dan perangkat gampong agar ikut mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Aceh Besar, Syahrial Amanullah, menyampaikan bahwa seluruh dokumen teknis telah dipersiapkan dan saat ini memasuki tahap tender.
“Kami optimis pelaksanaan fisik dapat segera dimulai. Pengawasan juga akan dilakukan secara ketat agar pekerjaan sesuai standar,” ujarnya.
Dengan pembangunan ini, diharapkan konektivitas dan produktivitas masyarakat Pulo Aceh semakin meningkat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan.
