SMPN 1 Baitussalam Sosialisasikan “My Body, My Choice”, Dorong Sekolah Ramah Anak Tanpa Kekerasan

SMPN 1 Baitussalam gelar sosialisasi My Body My Choice untuk edukasi siswa cegah kekerasan seksual dan dorong sekolah ramah anak.

Siswa SMP Negeri 1 Baitussalam mengikuti kegiatan edukasi “My Body, My Choice” dalam rangka memperingati Sexual Assault Awareness Month, Sabtu (25/4/2026). FOTO/MC ACEH BESAR.

KOTA JANTHO – Dalam rangka memperingati Sexual Assault Awareness Month, SMP Negeri 1 Baitussalam bekerja sama dengan Komunitas Sahabat Andhikara menggelar kegiatan edukatif bertajuk “My Body, My Choice" Ciptakan Sekolah Ramah Tanpa Kekerasan, Sabtu (25/4/2026).


Kegiatan ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak, khususnya di lingkungan pendidikan. Melalui pendekatan yang interaktif dan ramah anak, para siswa diajak belajar memahami pentingnya menjaga diri sejak dini.


Berbagai permainan edukatif disajikan dalam kegiatan tersebut, yang tidak hanya melatih kreativitas dan keterampilan sosial siswa, tetapi juga mengenalkan konsep dasar perlindungan diri, termasuk pemahaman tentang batasan tubuh serta bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.


Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai konsep consent (persetujuan), serta pentingnya kewaspadaan di ruang digital. Edukasi ini menyoroti berbagai modus pelecehan seksual yang kerap terjadi secara daring, sekaligus cara meresponsnya dengan tepat.


Kepala SMP Negeri 1 Baitussalam, Roslina, SPd., dalam sambutannya berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu kekerasan seksual, sekaligus membekali mereka dengan kemampuan menjaga diri dan bersikap bijak dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.

“Kami berharap siswa-siswi dapat memahami pentingnya menjaga diri, menghargai batasan, serta lebih waspada baik di lingkungan sekitar maupun di dunia digital,” ujarnya.


Tidak hanya itu, dikatakan Roslina, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan kekerasan seksual. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat seperti Flower Aceh.

"Diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi perempuan dan anak," harapnya.


Melalui kegiatan ini, Sahabat Andhikara berharap dapat mendorong tumbuhnya kesadaran yang lebih luas di masyarakat Aceh serta memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.


Kegiatan berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat aktif berpartisipasi dalam setiap sesi, sementara interaksi yang hangat antara fasilitator dan peserta menciptakan suasana belajar yang aman, terbuka, dan menyenangkan.(**)




Posting Komentar

NextGen Digital Welcome to WhatsApp chat
Howdy! How can we help you today?
Type here...