Bupati Gayo Lues Dorong Kopi dan Kakao Jadi Prioritas Nasional di PENAS XVI 2026
Aceh Gayo Lues PENAS XVI 2026
Hadiri PENAS XVI 2026, Bupati Gayo Lues Bawa Aspirasi Petani Kopi dan Kakao
"Ketahanan pangan dan kesejahteraan petani adalah fondasi kedaulatan bangsa. Pemerintah pusat akan terus memperkuat dukungan anggaran, teknologi, dan akses pasar bagi petani di seluruh Indonesia,"
ACEHMEDIACENTER.COM | GORONTALO – Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menghadiri pembukaan Pekan Nasional Petani-Nelayan (PENAS) XVI Tahun 2026 yang berlangsung di Kompleks Sempurna, Kota Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).
Ajang pertanian terbesar yang digelar setiap dua tahun tersebut diikuti ribuan petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku sektor pertanian dari 38 provinsi di Indonesia. PENAS XVI menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian nasional yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memanfaatkan momentum nasional itu untuk memperjuangkan pengembangan komoditas unggulan daerah, khususnya kopi dan kakao, agar mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat.
Wapres Gibran Tegaskan Pertanian Jadi Prioritas Pemerintah
Pada pembukaan PENAS XVI 2026, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Gibran, ketahanan pangan dan kesejahteraan petani merupakan fondasi penting dalam menjaga kedaulatan bangsa.
"Ketahanan pangan dan kesejahteraan petani adalah fondasi kedaulatan bangsa. Pemerintah pusat akan terus memperkuat dukungan anggaran, teknologi, dan akses pasar bagi petani di seluruh Indonesia," ujar Gibran.
Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi daerah-daerah penghasil komoditas perkebunan, termasuk Kabupaten Gayo Lues yang dikenal memiliki potensi besar di sektor kopi dan kakao.
Bupati Gayo Lues Dorong Kopi Jadi Isu Strategis Nasional
Dalam rangkaian kegiatan PENAS XVI 2026, Bupati Suhaidi secara aktif mendorong agar komoditas kopi mendapat perhatian lebih sebagai bagian dari isu strategis nasional.
Menurutnya, kondisi geografis dan iklim dataran tinggi Aceh, khususnya di Kabupaten Gayo Lues, sangat mendukung pengembangan kopi berkualitas tinggi yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.
"Kita memang prioritas utamanya adalah kopi. Alhamdulillah itu sudah berjalan dengan baik. Pengembangan kopi menjadi isu strategis nasional pada acara PENAS tahun 2026. Ini momentum yang tepat untuk mengangkat suara petani kopi dari daerah," kata Suhaidi.
Ia menilai penguatan sektor kopi tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga berpengaruh terhadap kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kakao Dinilai Punya Potensi Besar di Gayo Lues
Selain kopi, Bupati Gayo Lues juga menyoroti perkembangan komoditas kakao yang mulai dikembangkan secara serius dalam tiga tahun terakhir.
Menurutnya, kakao memiliki prospek yang menjanjikan dan dapat menjadi pasangan komoditas strategis bersama kopi.
"Kakao dan kopi bisa jadi pasangan komoditas strategis. Tanahnya cocok, pasarnya ada. Yang kurang hanya dukungan infrastruktur dan pelatihan pascapanen," ujarnya.
Suhaidi menjelaskan, potensi sumber daya alam yang dimiliki Gayo Lues sangat mendukung pengembangan kedua komoditas tersebut. Namun, dukungan pemerintah dalam bentuk infrastruktur, pendampingan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia masih sangat dibutuhkan.
Kopi Gayo Arabika dan Cokelat Lokal Dipamerkan di Anjungan Aceh
Sebagai bagian dari promosi potensi daerah, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues membawa produk unggulan berupa Kopi Gayo Arabika dan cokelat artisan berbahan kakao lokal untuk dipamerkan di Anjungan Aceh selama pelaksanaan PENAS XVI 2026.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja sama dengan pembeli atau buyer dari dalam maupun luar negeri yang turut menghadiri kegiatan tersebut.
Melalui promosi tersebut, Pemkab Gayo Lues ingin memperkenalkan kualitas kopi dan kakao daerah kepada pasar yang lebih luas sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi bagi petani.
Hilirisasi Produk Jadi Kunci Peningkatan Kesejahteraan Petani
Bupati Suhaidi berharap penetapan kopi sebagai isu strategis nasional dapat diikuti dengan dukungan konkret dari pemerintah pusat.
Ia menilai penguatan anggaran, program peremajaan kebun, hingga pengembangan industri hilir menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
"Kalau hilirisasi jalan, petani tidak lagi hanya jadi penjual biji mentah. Nilai tambahnya tinggal di desa," tegasnya.
Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci agar kesejahteraan petani semakin meningkat dan manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Gayo Lues turut didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues Abdul Hakim, Kepala Bidang Perkebunan Ridwansyah, serta para penyuluh dan rombongan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues.
Melalui PENAS XVI 2026, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap kopi dan kakao tidak hanya menjadi komoditas unggulan daerah, tetapi juga mendapat dukungan nasional sebagai bagian dari penguatan sektor perkebunan Indonesia.
Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram
