Disdukcapil Banda Aceh Jemput Bola ke Gampong Lhong Cut, Lansia Berkebutuhan Khusus Kini Miliki KTP-el


Banda Aceh, Acehmediacenter.com
– Disdukcapil Banda Aceh jemput bola ke Gampong Lhong Cut, Kecamatan Banda Raya, untuk membantu seorang lansia berkebutuhan khusus yang selama ini belum memiliki KTP elektronik (KTP-el). Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang inklusif dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

Program Disdukcapil Banda Aceh jemput bola ke Gampong Lhong Cut ini dilakukan melalui perekaman data biometrik langsung di rumah warga. Seorang warga lanjut usia berinisial NA (60) akhirnya bisa mendapatkan hak administrasi kependudukannya setelah selama bertahun-tahun terkendala kondisi fisik yang membuatnya sulit datang ke kantor pelayanan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko, menyampaikan bahwa pelayanan langsung ke rumah warga tersebut dilakukan pada Jumat lalu sebagai bentuk respons cepat atas laporan dari pihak keluarga.

Menurut Heru, pihaknya langsung mengerahkan tim ke lapangan setelah menerima informasi bahwa ada warga lanjut usia berkebutuhan khusus yang belum pernah memiliki KTP elektronik karena keterbatasan fisik.

“Kita mendatangi kediaman NA (60), yang selama ini belum pernah memiliki KTP elektronik (KTP-el) karena keterbatasan fisik yang membuatnya sulit mengakses layanan administrasi kependudukan,” kata Heru, Senin (27/04/2026).

Ia menegaskan bahwa pelayanan jemput bola ini merupakan bagian dari komitmen Disdukcapil Banda Aceh untuk memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, mendapatkan hak administrasi kependudukan secara adil dan merata.

Menurutnya, setiap warga negara berhak memiliki dokumen kependudukan resmi, termasuk lansia dan penyandang kebutuhan khusus yang memiliki keterbatasan mobilitas.

“Ini merupakan komitmen kami untuk memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, mendapatkan hak administrasi kependudukan. Begitu kami menerima laporan dari pihak keluarga, kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan perekaman,” ujarnya.

Heru juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari inovasi layanan Disdukcapil melalui program Restart Pro-Lansia Berkhas, singkatan dari Program Rekam Sehat Tercatat Layanan Lanjut Usia dan Berkebutuhan Khusus.

Program ini dirancang khusus untuk membantu warga lansia dan penyandang kebutuhan khusus yang tidak memungkinkan datang langsung ke kantor pelayanan administrasi kependudukan.

Melalui program tersebut, petugas Disdukcapil siap turun langsung ke lapangan untuk melakukan perekaman biometrik, verifikasi data, hingga proses penerbitan dokumen kependudukan seperti KTP elektronik.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang terpinggirkan dari layanan administrasi kependudukan hanya karena keterbatasan fisik atau usia. Tim kami siap turun langsung ke lapangan,” tambahnya.

Baca Juga : Warga Banda Aceh Padati Disdukcapil Ubah Status Pekerjaan

Keberadaan KTP elektronik sangat penting karena menjadi syarat utama dalam mengakses berbagai layanan publik, seperti pelayanan kesehatan, bantuan sosial, layanan perbankan, hingga urusan administrasi pemerintahan lainnya.

Tanpa KTP-el, warga berisiko mengalami kesulitan dalam memperoleh hak-hak dasar yang seharusnya dijamin oleh negara.

Karena itu, program jemput bola seperti yang dilakukan Disdukcapil Banda Aceh menjadi langkah strategis untuk memastikan kelompok rentan tetap terlayani dengan baik.

Selain membantu warga secara langsung, program ini juga mendukung akurasi data kependudukan pemerintah agar penyaluran bantuan sosial dan pelayanan publik dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Disdukcapil Banda Aceh berharap semakin banyak masyarakat yang melaporkan jika terdapat anggota keluarga lansia atau berkebutuhan khusus yang belum memiliki dokumen kependudukan resmi.

Dengan pendekatan pelayanan yang proaktif dan humanis, pemerintah ingin memastikan tidak ada warga yang tertinggal hanya karena keterbatasan usia maupun kondisi fisik.

Langkah Disdukcapil Banda Aceh jemput bola ke Gampong Lhong Cut ini menjadi contoh nyata bahwa pelayanan publik harus hadir langsung di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan perhatian.

Melalui layanan ini, seorang lansia berkebutuhan khusus akhirnya berhasil memiliki KTP-el untuk pertama kalinya, sekaligus membuka akses terhadap berbagai layanan publik yang sebelumnya sulit dijangkau.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak