Featured Post

Recommended

Bea Cukai Aceh dan Aparat Gabungan Musnahkan 3.000 Batang Ganja di Aceh Utara

 “Pengungkapan dan pemusnahan ladang ganja ini merupakan wujud nyata sinergi antarinstansi dalam mendukung penegakan hukum dan pemberantasan...

Bea Cukai Aceh dan Aparat Gabungan Musnahkan 3.000 Batang Ganja di Aceh Utara

Bea Cukai Aceh dan Aparat Gabungan Musnahkan 3.000 Batang Ganja di Aceh Utara

 “Pengungkapan dan pemusnahan ladang ganja ini merupakan wujud nyata sinergi antarinstansi dalam mendukung penegakan hukum dan pemberantasan peredaran gelap narkotika. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat untuk melindungi masyarakat dari ancaman narkoba,”

ACEHMEDIACENTER.COM | LHOKSUKON – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh bersama aparat gabungan berhasil mengungkap dan memusnahkan sekitar 3.000 batang ganja yang ditemukan di tiga titik ladang seluas kurang lebih dua hektare di Desa Teupin Rusep, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.


Operasi pemberantasan narkotika tersebut melibatkan Kanwil DJBC Aceh, KPPBC TMP C Lhokseumawe, Polres Lhokseumawe, Kodim 0103/Aceh Utara, serta BNN Kota Lhokseumawe.


Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan kasus peredaran narkotika yang sebelumnya berhasil diungkap oleh Polres Lhokseumawe.


Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP C Lhokseumawe, Muhammad Syah Putra, mengatakan kolaborasi antara berbagai instansi menjadi faktor penting dalam memerangi peredaran narkotika di Aceh.


Menurutnya, Aceh masih menjadi salah satu daerah yang rawan terhadap peredaran dan penyalahgunaan ganja sehingga dibutuhkan kerja sama yang kuat antara aparat penegak hukum.


“Pengungkapan dan pemusnahan ladang ganja ini merupakan wujud nyata sinergi antarinstansi dalam mendukung penegakan hukum dan pemberantasan peredaran gelap narkotika. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat untuk melindungi masyarakat dari ancaman narkoba,” ujar Muhammad Syah Putra, Jumat (19/6/2026).


Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi yang berkelanjutan.


Pengungkapan ladang ganja tersebut berawal dari penangkapan dua tersangka berinisial I dan MH yang diduga sedang melakukan transaksi ganja kering.


Kedua tersangka diketahui memperjualbelikan ganja kering sebanyak dua kilogram dengan harga sekitar Rp800 ribu per kilogram.


Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan kasus, tim gabungan kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya menemukan lokasi penanaman ganja di kawasan perbukitan Desa Teupin Rusep.


Penemuan tersebut menjadi salah satu pengungkapan besar dalam upaya memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah Aceh Utara.


Sekitar 3.000 Batang Ganja Dimusnahkan di Lokasi


Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas menemukan tiga titik ladang ganja yang tersebar di lahan seluas sekitar 20 ribu meter persegi atau setara dengan dua hektare.


Dari lokasi tersebut, tim gabungan mendapati sekitar 3.000 batang ganja yang diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 45 kilogram ganja kering.


Untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran lebih lanjut, seluruh tanaman ganja yang ditemukan langsung dicabut dan dimusnahkan di lokasi.


Langkah tersebut dilakukan agar barang bukti tidak kembali dimanfaatkan oleh pelaku maupun pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.


Muhammad Syah Putra menegaskan bahwa Bea Cukai akan terus mendukung upaya pemberantasan narkotika melalui penguatan koordinasi dan pertukaran informasi dengan aparat penegak hukum lainnya.


Menurutnya, kerja sama yang telah terbangun selama ini sangat penting untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan narkotika.


“Sinergi yang terjalin selama ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan mempersempit ruang gerak pelaku tindak pidana narkotika. Upaya pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat,” katanya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.


Melalui operasi terpadu ini, Bea Cukai Aceh bersama aparat gabungan menegaskan komitmennya dalam meningkatkan pengawasan dan pemberantasan narkotika di wilayah Aceh.


Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak generasi muda.


Dengan pengungkapan dan pemusnahan ribuan batang ganja tersebut, pemerintah dan aparat penegak hukum berharap dapat menekan peredaran narkotika sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba.


Pemberantasan narkotika secara berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan Aceh yang lebih aman dan mendukung terciptanya generasi muda yang sehat dan produktif.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram






Bupati Gayo Lues Dorong Kopi dan Kakao Jadi Prioritas Nasional di PENAS XVI 2026

Bupati Gayo Lues Dorong Kopi dan Kakao Jadi Prioritas Nasional di PENAS XVI 2026


Hadiri PENAS XVI 2026, Bupati Gayo Lues Bawa Aspirasi Petani Kopi dan Kakao

"Ketahanan pangan dan kesejahteraan petani adalah fondasi kedaulatan bangsa. Pemerintah pusat akan terus memperkuat dukungan anggaran, teknologi, dan akses pasar bagi petani di seluruh Indonesia," 

ACEHMEDIACENTER.COM | GORONTALO – Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menghadiri pembukaan Pekan Nasional Petani-Nelayan (PENAS) XVI Tahun 2026 yang berlangsung di Kompleks Sempurna, Kota Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).


Ajang pertanian terbesar yang digelar setiap dua tahun tersebut diikuti ribuan petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku sektor pertanian dari 38 provinsi di Indonesia. PENAS XVI menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian nasional yang berkelanjutan.


Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memanfaatkan momentum nasional itu untuk memperjuangkan pengembangan komoditas unggulan daerah, khususnya kopi dan kakao, agar mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat.


Wapres Gibran Tegaskan Pertanian Jadi Prioritas Pemerintah


Pada pembukaan PENAS XVI 2026, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.


Menurut Gibran, ketahanan pangan dan kesejahteraan petani merupakan fondasi penting dalam menjaga kedaulatan bangsa.


"Ketahanan pangan dan kesejahteraan petani adalah fondasi kedaulatan bangsa. Pemerintah pusat akan terus memperkuat dukungan anggaran, teknologi, dan akses pasar bagi petani di seluruh Indonesia," ujar Gibran.


Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi daerah-daerah penghasil komoditas perkebunan, termasuk Kabupaten Gayo Lues yang dikenal memiliki potensi besar di sektor kopi dan kakao.


Bupati Gayo Lues Dorong Kopi Jadi Isu Strategis Nasional


Dalam rangkaian kegiatan PENAS XVI 2026, Bupati Suhaidi secara aktif mendorong agar komoditas kopi mendapat perhatian lebih sebagai bagian dari isu strategis nasional.


Menurutnya, kondisi geografis dan iklim dataran tinggi Aceh, khususnya di Kabupaten Gayo Lues, sangat mendukung pengembangan kopi berkualitas tinggi yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.


"Kita memang prioritas utamanya adalah kopi. Alhamdulillah itu sudah berjalan dengan baik. Pengembangan kopi menjadi isu strategis nasional pada acara PENAS tahun 2026. Ini momentum yang tepat untuk mengangkat suara petani kopi dari daerah," kata Suhaidi.


Ia menilai penguatan sektor kopi tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga berpengaruh terhadap kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi daerah.


Kakao Dinilai Punya Potensi Besar di Gayo Lues


Selain kopi, Bupati Gayo Lues juga menyoroti perkembangan komoditas kakao yang mulai dikembangkan secara serius dalam tiga tahun terakhir.


Menurutnya, kakao memiliki prospek yang menjanjikan dan dapat menjadi pasangan komoditas strategis bersama kopi.


"Kakao dan kopi bisa jadi pasangan komoditas strategis. Tanahnya cocok, pasarnya ada. Yang kurang hanya dukungan infrastruktur dan pelatihan pascapanen," ujarnya.


Suhaidi menjelaskan, potensi sumber daya alam yang dimiliki Gayo Lues sangat mendukung pengembangan kedua komoditas tersebut. Namun, dukungan pemerintah dalam bentuk infrastruktur, pendampingan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia masih sangat dibutuhkan.


Kopi Gayo Arabika dan Cokelat Lokal Dipamerkan di Anjungan Aceh


Sebagai bagian dari promosi potensi daerah, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues membawa produk unggulan berupa Kopi Gayo Arabika dan cokelat artisan berbahan kakao lokal untuk dipamerkan di Anjungan Aceh selama pelaksanaan PENAS XVI 2026.


Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja sama dengan pembeli atau buyer dari dalam maupun luar negeri yang turut menghadiri kegiatan tersebut.


Melalui promosi tersebut, Pemkab Gayo Lues ingin memperkenalkan kualitas kopi dan kakao daerah kepada pasar yang lebih luas sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi bagi petani.


Hilirisasi Produk Jadi Kunci Peningkatan Kesejahteraan Petani


Bupati Suhaidi berharap penetapan kopi sebagai isu strategis nasional dapat diikuti dengan dukungan konkret dari pemerintah pusat.


Ia menilai penguatan anggaran, program peremajaan kebun, hingga pengembangan industri hilir menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.


"Kalau hilirisasi jalan, petani tidak lagi hanya jadi penjual biji mentah. Nilai tambahnya tinggal di desa," tegasnya.


Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci agar kesejahteraan petani semakin meningkat dan manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Gayo Lues turut didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues Abdul Hakim, Kepala Bidang Perkebunan Ridwansyah, serta para penyuluh dan rombongan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues.


Melalui PENAS XVI 2026, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap kopi dan kakao tidak hanya menjadi komoditas unggulan daerah, tetapi juga mendapat dukungan nasional sebagai bagian dari penguatan sektor perkebunan Indonesia.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

Kajian Ustaz Adi Hidayat Warnai Opening Ceremony Bhayangkara Fest 2026

Kajian Ustaz Adi Hidayat Warnai Opening Ceremony Bhayangkara Fest 2026

“Indonesia yang maju membutuhkan kolaborasi dari pemerintah, alim ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, generasi muda, hingga seluruh lapisan masyarakat. Karena itulah Bhayangkara Fest 2026 kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi dalam semangat kebersamaan,”

ACEHMEDIACENTER.COMBanda Aceh — Opening Ceremony Bhayangkara Fest 2026 berlangsung meriah meski diguyur hujan, Jumat malam, 19 Juni 2026. Kajian Islami yang disampaikan Ustaz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A. semakin menambah antusiasme masyarakat yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan.


Kajian bertema kebangsaan tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai persatuan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap Tanah Air, sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan dan keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama, baik sebagai umat beragama maupun sebagai warga negara.


Ketua Panitia Bhayangkara Fest 2026, Kombes Pol. Shobarmen, mengatakan bahwa acara itu mengusung tema “Kolaborasi Kreatif untuk Indonesia Maju”. Menurutnya, tema tersebut mencerminkan keyakinan bahwa kemajuan bangsa tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa, termasuk para ulama.


“Indonesia yang maju membutuhkan kolaborasi dari pemerintah, alim ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, generasi muda, hingga seluruh lapisan masyarakat. Karena itulah Bhayangkara Fest 2026 kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi dalam semangat kebersamaan,” ujar Shobarmen.


Ia menjelaskan bahwa di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, kreativitas menjadi salah satu kekuatan penting dalam melahirkan inovasi, membuka peluang ekonomi, memperkuat persatuan, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi bersama.


Menurutnya, melalui penyelenggaraan Bhayangkara Fest 2026, Polda Aceh ingin menunjukkan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.


Shobarmen juga menyampaikan, malam pembukaan Bhayangkara Fest 2026 dihadiri sebanyak 5.222 pengunjung. Jumlah tersebut mencerminkan tingginya antusiasme dan dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 di Aceh.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

Meski Hujan, Ribuan Masyarakat Antusias Hadiri Opening Ceremony Bhayangkara Fest 2026

Meski Hujan, Ribuan Masyarakat Antusias Hadiri Opening Ceremony Bhayangkara Fest 2026

Kajian bertema kebangsaan tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai persatuan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap Tanah Air, sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan dan keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama, baik sebagai umat beragama maupun sebagai warga negara.

ACEHMEDIACENTER.COMBanda Aceh — Ribuan masyarakat memadati Lapangan Mapolda Aceh untuk menghadiri Opening Ceremony Bhayangkara Fest 2026 yang dirangkai dengan Kajian Islami bersama Ustaz Dr. Adi Hidayat, Jumat malam, 19 Juni 2026. Meski diguyur hujan, antusiasme masyarakat tidak surut untuk mengikuti rangkaian acara dengan khidmat sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80.


Dalam sambutannya, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri pembukaan Bhayangkara Fest 2026.


“Kehadiran saudara sekalian merupakan suatu kehormatan sekaligus energi positif bagi kami untuk terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Apalagi di tengah-tengah kita malam ini hadir seorang ulama, cendekiawan, sekaligus pendakwah yang sangat dicintai masyarakat Indonesia, yaitu Ustaz Adi Hidayat,” kata Kapolda.


Kapolda juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Ustaz Adi Hidayat atas kesediaannya mengisi Kajian Islami pada pembukaan Bhayangkara Fest 2026. Menurutnya, kajian bertema kebangsaan tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai persatuan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap Tanah Air, sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan dan keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama, baik sebagai umat beragama maupun sebagai warga negara.


Alumnus Akabri 1991 itu menjelaskan bahwa Bhayangkara Fest tahun ini dirancang sebagai ruang kebersamaan yang terbuka bagi seluruh masyarakat Aceh. Berbagai agenda menarik disiapkan, mulai dari kajian islami, perlombaan kreatif bagi generasi muda, kegiatan olahraga yang mendorong gaya hidup sehat, hingga pertunjukan seni dan hiburan musik sebagai wadah ekspresi budaya serta kreativitas masyarakat.


“Para pelaku usaha lokal dan UMKM diberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk-produk terbaik mereka kepada masyarakat luas dalam Bhayangkara Fest ini. Kita semua memahami bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Mereka tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga menjaga daya tahan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan yang ada,” ujar jenderal dari Tangse itu.


Oleh karena itu, Kapolda Aceh mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung produk-produk lokal, mencintai karya anak bangsa, serta memberikan ruang tumbuh bagi para pelaku usaha kecil agar dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang semakin besar. Menurutnya, keberhasilan suatu daerah tidak hanya diukur dari stabilitas keamanannya, tetapi juga dari tingkat kesejahteraan masyarakatnya.


Di akhir sambutannya, jenderal bintang dua tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Bhayangkara Fest 2026. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi simbol kebersamaan yang semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.


“Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Aceh,” tutupnya.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

Pemulihan Pascabencana Sumatra, 107 Ruas Jalan Nasional dan 43 Jembatan Kembali Fungsional

Pemulihan Pascabencana Sumatra, 107 Ruas Jalan Nasional dan 43 Jembatan Kembali Fungsional

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (dua dari kiri), menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri pada Kamis (18/6/2026) untuk membahas perkembangan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. (Foto: Humas KemenPU)

Hingga 17 Juni 2026, pemulihan konektivitas nasional menunjukkan kemajuan signifikan. Sebanyak 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional yang terdampak bencana telah kembali berfungsi sepenuhnya.

ACEHMEDIACENTER.COM | Jakarta – Pemerintah terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat guna memastikan aktivitas masyarakat serta perekonomian daerah segera pulih.


Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang dihadiri Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU), Dody Hanggodo, di Jakarta, Kamis (18/6/2026), yang membahas perkembangan penanganan infrastruktur dan percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.


Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.


"Kementerian PU dapat memberikan izin dan melaksanakan normalisasi sungai sesuai kewenangan yang ada. Namun untuk pengelolaan material hasil galiannya, diperlukan keterlibatan Kementerian ESDM agar terdapat kepastian regulasi dan mekanisme pengelolaan material sehingga proses normalisasi sungai dapat berjalan lebih cepat dan efektif," ujar Dody.


Hingga 17 Juni 2026, pemulihan konektivitas nasional menunjukkan kemajuan signifikan. Sebanyak 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional yang terdampak bencana telah kembali berfungsi sepenuhnya.


Sementara itu, pada infrastruktur daerah, sebanyak 2.270 dari total 2.421 ruas jalan daerah telah kembali fungsional. Adapun penanganan jembatan daerah telah mencapai 796 unit dari total 1.181 jembatan terdampak.


Di sektor sumber daya air dan permukiman, pemerintah juga berhasil memulihkan seluruh 178 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak bencana sehingga kembali melayani masyarakat.


Selain itu, pembangunan hunian pascabencana terus berjalan dengan capaian 1.554 unit rumah dari total kebutuhan yang telah ditetapkan di 18 lokasi.


Kementerian PU juga mencatat penyelesaian penanganan 429 sekolah, madrasah, dan pondok pesantren yang terdampak bencana, disertai pemulihan berbagai fasilitas kesehatan, peribadatan, perkantoran pemerintah, serta sarana olahraga.


Untuk mengurangi risiko bencana lanjutan, pemerintah turut membangun infrastruktur pengendali sedimen berupa 111 unit sabo dam yang terdiri atas 97 sabo dam dan 14 sand pocket di wilayah terdampak.


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak terkendala persoalan regulasi.


"Kita perlu memastikan tidak ada keraguan maupun hambatan regulasi yang dapat menghambat langkah-langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak. Selain percepatan pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian juga harus diperkuat agar setiap program berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel," kata Pratikno.


Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengapresiasi respons cepat Kementerian PU dalam mengerahkan personel dan alat berat ke wilayah terdampak sehingga proses pemulihan infrastruktur dapat berjalan optimal.


Melalui Program Padat Karya Tunai (PKT), pemerintah juga mendorong pemulihan ekonomi masyarakat dengan realisasi anggaran Rp37,77 miliar yang melibatkan 6.165 tenaga kerja di daerah terdampak.


Kementerian PU menegaskan akan terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi dengan prinsip build back better, sehingga infrastruktur yang dibangun kembali menjadi lebih tangguh, aman, dan mampu mendukung pemulihan sosial ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram

Pasca Gempa M 6,7 di Sulteng, Kementerian PU Pastikan Jembatan Palu Satu dan Palu Empat Aman

Pasca Gempa M 6,7 di Sulteng, Kementerian PU Pastikan Jembatan Palu Satu dan Palu Empat Aman

"Sejak awal terjadinya bencana, Kementerian PU telah bergerak cepat dengan menurunkan tim personel untuk melakukan respons darurat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung komando penanganan darurat daerah," 

ACEHMEDIACENTER.COM | Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) memastikan Jembatan Palu Satu dan Jembatan Palu Empat tetap aman digunakan setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,7 mengguncang Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026).


Kepastian tersebut diperoleh setelah tim teknis Kementerian PU melakukan pemeriksaan lanjutan secara detail terhadap kedua jembatan yang menjadi infrastruktur strategis penghubung di Kota Palu.


Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU), Dody Hanggodo, mengatakan, pihaknya bergerak cepat sejak awal kejadian dengan menurunkan personel untuk melakukan respons darurat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung penanganan bencana di daerah.


"Sejak awal terjadinya bencana, Kementerian PU telah bergerak cepat dengan menurunkan tim personel untuk melakukan respons darurat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung komando penanganan darurat daerah," ujar Dody dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).


Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Kementerian PU melakukan pemantauan dan pemeriksaan sejumlah ruas jalan serta jembatan di wilayah terdampak, meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Poso, Donggala, dan Parigi Moutong.


Tim teknis BPJN Sulawesi Tengah kemudian melaksanakan pemeriksaan lanjutan terhadap Jembatan Palu Satu dan Jembatan Palu Empat untuk memastikan kondisi struktur kedua jembatan pascagempa.


Berdasarkan hasil inspeksi, tidak ditemukan kerusakan struktur pada kedua jembatan tersebut sehingga dinyatakan aman dan tetap dapat digunakan untuk mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas perekonomian.


Selain melakukan pemeriksaan infrastruktur, Kementerian PU juga mendukung percepatan penanganan dampak gempa di lapangan. Pada Rabu (17/6/2026), BPJN Sulawesi Tengah mengirimkan satu unit alat berat ke Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi untuk membantu pembersihan material dan membuka akses jalan yang terdampak.


Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bantuan dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar.


BPJN Sulawesi Tengah juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu terkait kondisi Jembatan Palu Tiga yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Palu. Kementerian PU menyatakan siap memberikan dukungan dan advis teknis apabila diperlukan.


Menteri Dody menegaskan Kementerian PU akan terus memantau kondisi infrastruktur strategis di wilayah terdampak guna memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga konektivitas dan kelancaran aktivitas ekonomi pascabencana.


"Langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam penanganan bencana melalui penyediaan infrastruktur yang andal, aman, dan tangguh," tegasnya.

Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram